medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Ilmuwan Cambridge University Ciptakan Pesawat Hybrid Berbahan Bakar Fosil

Published in Informasi & Teknologi
Kamis, 22 Januari 2015 19:13

Medialingkungan.com – Pemanfaatan teknologi ramah lingkungan kini mulai diterapkan oleh tim riset produsen pesawat Boeing bersama, dengan ilmuwan dari Cambridge University. Mereka telah berhasil menciptakan pesawat Hybrid yang berbahan bakar dari fosil. Pesawat ini diklaim sebagai yang pertama menggunakan bahan bakar non-avtur. Bahan bakar yang digunakan pun diklaim 30 persen lebih sedikit dibanding pesawat sejenisnya.

Dilansir dari situs CNET Rabu (21/01), kabarnya pesawat ini mampu melakukan pengisian bahan bakar meskipun dalam keadaan terbang. Uniknya lagi, pesawat ini dapat bekerja secara otomatis tanpa dikemudikan pilot.

Penggunaan bahan bakar ini telah melalui uji coba sebelumnya menggunakan pesawat yang sama meskipun dengan bobot yang berbeda, yakni 140 kilogram. Uji coba dilakukan di Sywell Aerodrome, tidak jauh dari kota Northhampton, Inggris. Tim menguji kemampuan pesawat, khususnya saat lepas landas dan mendarat. Pesawat ini mampu terbang pada ketinggian 1.500 kaki atau 460 meter.

Selain memanfaatkan berbahan bakar fosil, pesawat ini mengandalkan teknologi baterai. Baterai yang digunakan berbahan lithium-polymer, seperti baterai yang digunakan pada laptop. “Teknologi baterai masih menjadi andalan kendaraan hybrid, seperti pada mobil serupa yang sudah ada dalam sepuluh tahun terakhir,” ujar Paul Robertson, Ketua tim dari Departemen Teknik Cambridge.

Paul menambahkan, mesin pada pesawat ini merupakan buatan honda yang dikombinasikan dengan 10 kilowat motor dan generator. Seperti pada kendaraan listrik, pada saat cruising, tidak banyak tenaga yang dibutuhkan.

Lebih lanjut ia jelaskan bahwa terdapat pengaturan pada mesin untuk mengefektifkan penggunaan bahan bakar. Caranya dengan memilih ke fitur Generator Mode. Mesin dan motor akan bekerja cepat secara bersamaan pada saat lepas landas, oleh karena itu proses lepas landas membutuhkan tenaga paling besar.

“Misi kami adalah menemukan solusi inovatif dan teknologi untuk mengatasi tantangan serta mengembangkan lingkungan yang lebih baik,” ucap perwakilan Boeing, Marty Bradley. (AH)

 

Aplikasi Animasi 3D Mampu Tekan Laju Kerusakan Hutan

Published in Informasi & Teknologi
Rabu, 21 Januari 2015 14:17

Medialingkungan.com – Forestry Research And Development Agency (Forda) meluncurkan sebuah Aplikasi Animasi 3D ‘Anatomi dan Identifikasi Kayu’. Hal ini dilakukan agar pengguna aplikasi dapat dengan mudah mempelajari struktur anatomi dan memungkinkan melakukan identifikasi kayu secara mandiri.

Dalam sebuah situs resminya, Selasa (20/1), Forda mengungkapkan identifikasi kayu merupakan langkah pertama yang harus dilakukan untuk mencapai pemanfaatan kayu yang efisien. Di dalamnya juga disebutkan bahwa pengetahuan ini secara ekonomi sangat penting untuk mengetahui jenis-jenis kayu yang akan diperdagangkan termasuk untuk menentukan nilai kayu tersebut.

Menurutnya, hal ini juga dapat menekan laju kerusakan hutan yakni dengan memanfaatkan kayu seefektif dan seefisien mungkin, sehingga setiap penebangan yang dilakukan telah dipikirkan manfaatnya secara matang. Suatu jenis kayu akan dapat digunakan secara bijaksana jika kita mengenal sifat-sifat dasar yang dimiliki kayu tersebut. Sifat dasar yang dimaksud salah satunya adalah sifat anatomi kayu.

Aplikasi Animasi 3D ini dikemas dalam bentuk DVD yang berisi tentang ilmu anatomi kayu, manfaat ilmu anatomi kayu, identifikasi kayu, bidang orientasi, struktur anatomi kayu dan praktek identifikasi kayu serta perkembangan teknologi dalam ilmu anatomi kayu. DVD ini merupakan rangkaian dari DVD seri 1 mengenai ‘Kehidupan Pohon’ yang juga dikemas dalam bentuk animasi 3D. (Ir)

 

Ada yang Unik di Desa Bone-bone, Kabupaten Enrekang

Published in Informasi & Teknologi
Rabu, 21 Januari 2015 13:40

Medialingkungan.com – Kawasan bebas asap rokok sering kita jumpai dibeberapa kota besar, terutama kota  yang memiliki banyak ruang-ruang publik.Kawasan bebas asap rokok merupakan bagian dari program tata ruang pemerintah yang bertujuan untuk mengurangi tingkat pencemaran lingkungan melalui polusi udara. Tapi bagaimana kalau kita jumpai di wilayah pedesaan yang terapkan kawasan bebas asap rokok?

Desa yang terapkan kawasan bebas asap rokok yaitu Desa Bone-Bone, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Desa ini berada diketinggian 1500 mdpl, tepatnya di bawah kaki gunung latimojong. Sejak Tahun 2000, desa ini dinyatakan sebagai desa pertama di dunia yang bebas dari asap rokok.

Suasana antirokok begitu terasa saat memasuki desa tersebut. Tanda larangan merokok langsung terpampang pada baliho besar tepat di gerbang masuk Desa Bone-Bone, Sejumlah papan berisi larangan merokok dan imbauan untuk menjaga kesehatan juga menghiasi sudut-sudut desa.

Larangan merokok ternyata tidak serta-merta diberlakukan hanya untuk warga di Desa Bone-bone, setiap tamu yang datang berkunjung pun harus mematuhi aturan yang berlaku di desa tersebut. Ada banyak aturan unik yang juga dapat kita jumpai di Desa Bone-bone. Desa ini memiliki kesepakatan larangan terhadap makanan yang mengandung zat pewarna dan larangan mengkomsumsi ayam ras.

Bukan hanya itu, masyarakat di Desa Bone-Bone jika akan melangsungkan pernikahan maka syaratnya, kedua calon pengantin, baik itu calon laki-laki maupun perempuan, wajib menanam pohon minimal sepuluh pohon. Ini dimaksudkan sebagai bentuk kesadaran mereka terhadap lingkungan.

Adapun sanksi dari aturan-aturan di atas, seperti diberikan sanksi kerja sosial, antara lain membersihkan rumah ibadah (masjid), sekolah, membersihkan lingkungan desa seperti irigasi, lapangan dan lainnya.

Inovasi di Desa Bone-bone ini bisa menjadi contoh yang baik  bagi desa-desa lain, bahkan kota-kota besar di indonesia. Menjaga kelestarian lingkungan memang sudah seharusnya menjadi kewajiban mutlak bagi setiap masyarakat, tanpa terkecuali. Harus ada kebijakan yang tegas dalam menyikapi kelestarian lingkungan, untuk membangun indonesia hijau yang lestari. (AH)

Konser REI, Glenn Fredly Kampanye Pembangunan Ramah Lingkungan

Published in Informasi & Teknologi
Sabtu, 17 Januari 2015 19:14

Medialingkungan.com – Penyanyi ternama Glenn Fredly Deviano Latuihamallo atau yang lebih popular dengan sapaan Glenn Fredly belum lama ini tampil pada konser musik yang diselenggarakan oleh Real Estate Indonesia (REI) Jogjakarta. Tak sendirian, pada konser ini turut pula ‎dimeriahkan oleh Tompi, Rio Febrian, dan beberapa artis lainnya.

Bertajuk Rendezvous, Exclusive, Intimate, sajian musik kelas wahid yang digelar di Grand Pacific Place pada Rabu lalu (14/01) memprovokasi penonton untuk mulai menyadari pentingnya pembangunan yang ramah lingkungan (sustainable development) tanpa mengikis kebudayaan lokal.

Dalam mengkampanyekan pembangunan yang ramah lingkungan Glenn Fredly berpesan bahwa perkembangan dunia hiburan ‎ saat ini tak hanya untuk sebuah meluapkan euforia kegembiraan saja, namun juga selalu ada pesan yang disiratkan, salah satu yang ia ungkapkan adalah awareness terhadap lingkungan hidup.

"Menurut saya hashtag Jogja Ora Didol dan Jogja Asat merupakan bentuk kecintaan para seniman terhadap Jogja. Mereka pun mencoba kritis melalui karya-karya seni yang mereka tampilkan," kata Glenn seperti dirilis Tribun Jojga.

Dalam penampilan memukaunya Glenn mengajak semua orang untuk memberikan kontribusinya terhadap pembangunan, sekalipun dalam hal pengawalan dan pengawasan. Ia menilai bahwa pembangunan mesti beriringan dengan identitas atau kultur sebuah daerah. Kesepekatan bersama setiap pihak yang terkait harus dibangun dalam membentuk sebuah kota yang ramah bagi penduduknya sendiri.

"Dan akhirnya musisi selalu menjadi juru bicara dalam sebuah kampanye. Kali ini, saya ingin mengajak warga Yogyakarta untuk bersama-sama mengawasi proses pembangunan yang sedang terjadi. Jika ada pengembang yang tidak beres, maka kawal dan segera laporkan," ujarnya. (MFA)

Rokok Turut Andil Mencemari Lingkungan

Published in Informasi & Teknologi
Jumat, 02 Januari 2015 16:50

Medialingkungan.com – Beberapa di antara kita mungkin saja menyadari bahwa kebiasaan merokok tidak hanya sanggup merusak organ dan jaringan tubuh, namun juga lingkungan hidup. Dalam skala global, rokok apapun, utamanya berjenis filter yang dikonsumsi terbanyak dunia – bisa mencemari lingkungan, dari kemasan, asap, puntung, hingga abunya.

Riset dalam artikel di jurnal Current Enviromental Health Reports menjelaskan langkah-langkah kebijakan mengurangi dampak dari sampah yang berhubungan dengan merokok. "Memperbaiki lingkungan akibat rokok filter bisa mulai kita lakukan dengan menggerakkan sistem deposit. Sistem ini bertujuan untuk memaksa produsen rokok bertanggung jawab terhadap kebersihan bagi sampah rokok filter. Selain itu, peringatan keras dan sosialisasi dari pemerintah sangat diperlukan untuk menghindari efek buruk dari rokok," ujar Thomas Novotnydan Elli Slaughter dari Universitas San Diego dalam rilis natureworldnews.

Angka yang mencengangkan ketika mengkalkulasi seluruh estimasi biaya yang dikeluarkan oleh semua konsumen rokok diseluruh dunia. Jika dikonversi dalam satuan mata uang rupiah, maka tercatat sekitar 4-6 triliun dana yang untuk memebeli rokok.

Suatu angka yang besar dan begitu juga efek yang ditimbulkan. Terbukti bahwa puntung rokok dan produk limbah tembakau lainnya merupakan sampah nomor satu yang ditemukan di bibir pantai di seluruh dunia. "Sampah jenis tembakau ditemukan di mana-mana,sehingga membahayakan lingkungan dan komunitas makhluk hidup secara signifikan.Saya menganjurkan untuk menjauhi konsumsi rokok. karena dua pertiga dari semua asap rokok merusak udara secara global. Dan ini penting untuk menjaga potensi toksisitas dan perbaikan produk-produk limbah ini," ujar Novotny.

Para peneliti ini mengatakan bahwa merokok di tempat umum atau bahkan di dalam ruangan bisa menimbulkan efek, tentu saja akan lingkungan hiduo akan terkontaminasi dari zat kimia rokok yang mengandung racun. Bahan kimia dalam rokok seperti arsenik, nikotin, danetil fenol akan meresap ke dalam air asin dan tawar – yang berbahaya untuk mikroorganisme dalam air serta berbagai jenis ikan.

Penelitian itu juga menyatakan bahwa kemasan rokok juga memicu risiko yang berbahaya. Plastik rokok filter dapat menebarkan zat bahan kimia berbahaya walaupun telah 10 tahun dibuang. Dalam satu contoh kasus diungkapkan bahwa diperkirakan sebanyak 49,8 juta kilogram filter, yang dibuang di Amerika Serikat setiap tahunnya. (MFA)

Toyota Raih Pengharagaan PROPER Hijau

Published in Informasi & Teknologi
Sabtu, 20 Desember 2014 09:44

Medialingkungan.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan apresiasi terhadap  PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang telah berkontribusi dalam melakukan pengelolaan lingkungan. TMMIN kini mengantongi peghargaan PROPER hijau dalam kegiatan usahanya.

Penghargaan ini merupakan program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup sejak dua dekade lalu sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan peran dan kinerja perusahaan dalam melakukan pengelolaan lingkungan.

“Penghargaan ini memberikan semangat lebih besar lagi kepada keluarga Toyota Indonesia untuk  menekankan aspek lingkungan atau environment concern dalam berbagai kegiatan produksi, termasuk meningkatkan optimalitas progam corporate social responsibility (CSR),” kata Wakil Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono dalam siaran persnya, Jumat (19/12/2014).

Berdasarkan kriterianya, predikat PROPER Hijau diberikan kepada perusahaan yang kualitas manajemen pengelolaan lingkungannya yang meliputi penerapan green manufacture melalui proses ramah lingkungan, pemenuhan regulasi dan konservasi sumber daya.

Disamping itu, perusahaan juga mnerapkan green logistic melalui pengurangan emisi CO2 dari transportasi serta mengurangi pemakaian material kemasan dan meningkatkan penggunaan kemasan daur ulang.

Menurut Warih, sebagai bagian pusat basis produksi global Toyota, aspek lingkungan hidup sudah menjadi keharusan bagi TMMIN agar produk yang dihasilkan bisa memenuhi standar kualitas dunia, baik dalam proses produksi maupun produk yang dihasilkan. 

“Komitmen Toyota dalam pengelolaan lingkungan diwujudkan dengan memenuhi persyaratan pemerintah, standar global serta internal di bidang lingkungan, mengembangkan proses manufaktur yang ramah lingkungan, penghematan energi melalui peningkatan efisiensi dan penggunaan sumber energi ramah lingkungan serta menerapkan aktivitas reduce, reuse danrecycle,” tutup Warih.

Warih menambahkan, green purchasing dengan mensosialisasikan kebijakan lingkungan Toyota kepada para pemasok, meningkatkan kinerja lingkungan pemasok dengan aktivitas utama Sertifikasi ICO 14001, serta pengawasan terhadap pemenuhan larangan penggunaan material yang mengandung unsur kimia berbahaya atau SoC (Substance of Concern).

Toyota, lanjut Warih, juga menerapkan green office dengan mengembangkan area kerja ramah lingkungan, mempromosikan aktivitas lingkungan kepada karyawan dan stakeholders Toyota, serta menjalin kerjasama dengan masyarakat di sekitar area bisnis Toyota. TMMIN juga mengalokasikan tanah seluas 15 hektar di area pabrik kami untuk konservasi hayati yang ia sebut dengan Toyota Forest.

"Kami mendukung pelestarian keanekaragaman hayati yang berkaitan dengan peningkatan kehidupan masyarakat di sekitar perusahaan, seperti melakukan penanaman pohon dan peremajaan kota," ujar Warih.

Sebagai bentuk kesadaran lingkungan, TMMIN juga memilki beberapa program CSR di bidang lingkungan seperti Toyota Eco Youth, yakni pengembangan kesadaran lingkungan untuk pelajar SMA di seluruh Indonesia yang terus konsisten hingga saat ini. (MFA)

Peneliti: Mobil Listrik Justru Tidak Ramah Lingkungan

Published in Informasi & Teknologi
Rabu, 17 Desember 2014 18:12

Medialingkungan.com – Mobil listrik dengan bahan bakar batu bara seperti yang lazimnya digunakan, mungkin saja kita menganggapnya ramah lingkungan. Namun, pada studi yang baru-baru ini diterbitkan Proceedings of the National Academy of Sciences yang diteliti oleh Julian Marshall, seorang profesor dari Universitas Minnesota, dikemukakan bahwa kendaraan dengan jenis seperti itu sesungguhnya berpotensi besar membuat udara kotor, dan berkontribusi pemanasan global.

Menurut khalayak banyak, penelitian ini menimbulkan kontroversi dengan kesimpulan tersebut. Pasalnya, manusia diprediksi akan menggunakan kerndaraan tersebut guna menghemat bahan bakar fosil yang semakin menipis dan mahal harganya.

"Sayangnya, saat kawat terhubung ke sebuah kendaraan listrik di salah satu ujungnya dan pembangkit listrik tenaga batu bara di ujung lainnya, ada konsekuensi lingkungan yang lebih buruk daripada mengendarai mobil bertenaga bensin normal," kata Ken Caldeira dari Carnegie Institution for Science, yang juga berasumsi sama dengan hasil penelitian itu.

"Banyak teknologi yang kita anggap sebagai bersih ... tidak lebih baik daripada bensin," kata Marshall.

Pada dasarnya jika konsep pemakaian tenaga listrik ini berasal dari batu bara, maka mobil listrik menghasilkan 3,6 kali lebih banyak jelaga dan asap kematian daripada bahan bakar fosil yang saat ini masih mayoritas digunakan manusia. (MFA)

Penemuan Baru, Bumi Punya Force Field Kasat Mata

Published in Informasi & Teknologi
Selasa, 02 Desember 2014 22:56

Medialingkungan.com – Peneliti dari Universitas Colorado Boulder mengumumkan temuan barunya yang mengungkap bahwa sekujur lingkaran bumi ini dielilingi oleh force field atau yang umumnya dikatakan medan energi.

Antariksa yang begitu luas menyebabkan bumi ini terus terancam oleh benda-benda dari angkasa luar. Penemuan pelindung ini pada akhirnya menguatkan kesimpulan-kesimpulan yang selama ini berkembang bahwa pelindung yang berada pada sabuk radiasi Van Allen ini melindungi bumi dari elektron berenergi tinggi yang dapat membakar satelit dan mengancam keselamatan astronot.

"Elektron-elektron itu seperti menabrak sebuah tembok kaca di luar angkasa," ucap Daniel Baker, kepala Laboratorium CU-Boulder di bidang Atmosfer dan Luar Angkasa, seperti dikutip CNN, senin (1/12).

Meskipun kebingungan untuk menjelaskan fenomena ini, ia meyakini bahwa elektron-elektron yang bersifat destruktif terhadap bumi dapat terhindari. "Seperti pelindung dalam film 'Star Trek' yang digunakan untuk menahan senjata alien. Kami tahu ada medan energi tak terlihat yang membendung elektron-elentrok itu. Ini adalah fenomena yang sangat membingungkan," sambung dia, seperti dikutip CNN, Senin (1/12/2014).

Penemuan unik ini menjadikan opini masyarakat yang selama ini terbangun – bahwa elektron berenergi tinggi yang melayang di atas atmosfer Bumi hancur oleh molekul udara, mulai bergeser.

"Iya, memang ada pembatas keras (yang menghalangi elektron)," tutur John Foster dari MIT. (MFA)

Tiongkok Segera Luncurkan Pemantau Polusi Udara

Published in Internasional
Selasa, 25 November 2014 16:02

Medialingkungan.com – Pemerintah Tiongkok segera meluncurkan pemantau polusi udara berbasis super komputer pada bulan Desember 2014 guna memaksimalkan penanganan polusi di negara tersebut. Media setempat melaporkan bahwa alat pemantau itu dirancang untuk dapat memperkirakan secara akurat kadar polusi yang akan dihadapi dalam tiga hingga tujuh hari ke depan.

Alat pemantau polusi hasil pengembangan bersama Sugon Corp, Institut Fisika dan Atmosfer Akademi Iptek Tiongkok, Pusat Pemantau Lingkungan Nasional Tiongok dan Universitas Tsinghua itu juga dapat melacak sumber polusi dan menganalisisnya. Tidak hanya itu, berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan dianalisis, dapat dihasilkan rekomendasi untuk mengontrol dan mengatasi kabut asap menjadi lebih efektif.

Negara Tiongkok adalah salah satu negara penyumbang polusi udara terbesar di dunia. Polusi udara yang parah itu dikarenakan asap dari industri batu bara yang menjadi sumber utama negara tersebut.

Dalam sebuah studi yang dilakukan Universitas Tsinghua, disebutkan polusi di sebuah negara Tiongkok telah menewaskan 670.000 orang pada tahun 2012.

Hasil studi itu menyatakan polutan kecil batu bara, terutama yang lebih kecil dari 2,5 mikrogram, merupakan penyebab kematian 670.000 warga Tiongkok yang dipicu empat penyakit mematikan, antara lain stroke, kanker paru-paru, jantung koroner, dan penyakit paru obstruktif kronik.” Pasokan energi batu bara di Tiongkok masih akan tinggi hingga 2040,” menurut laporan majalah Time. (AH)

Waspada, Mesin Pengering Tangan Sebar Penyakit

Published in Informasi & Teknologi
Selasa, 25 November 2014 15:18

Medialingkungan.com – Sebuah mesin yang berada di toilet umum di tiap-tiap mall seperti mesin pengering tangan, mampu membuat tangan menjadi lebih cepat kering dalam hitungan detik. Tetapi di lain hal, bisa menyebarkan bakteri dan kuman di sekitar ruangan, dan itu bisa membahayakan kesehatan manusia.

Hasil study yang dilakukan dailymail menemukan bahwa mesin pengering tangan ini jauh lebih buruk dari pada handuk kertas. Sebab menyebarkan kuman, yang membuat manusia terkena penyakit. Entah itu dari pengguna ataupun dari orang lain.

Penelitian ini dilakukan dengan cara melumuri tangan peserta penelitian dengan bakteri yang tidak biasa ada di toilet. Setelah tangan peserta dikeringkan dengan pengering, udara di sekitar mesin tersebut langsung mengandung bakteri 27 persen lebih banyak daripada yang ditemukan di tisu toilet.

Sebagai bagian dari studi ini, peneliti mengkontaminasi tangan dengan jenis berbahaya dari bakteri yang disebut Lactobacillus, yang tidak biasanya ditemukan di kamar mandi umum. Itu dilakukan meniru tangan buruk saat dicuci setelah pergi ke toilet. Deteksi berikutnya, Lactobacillus di udara membuktikan itu berasal dari tangan selama pengeringan.

"Saat mengeringkan tangan di toilet umum menggunakan pengering tangan listrik, mungkin menyebarkan bakteri tanpa menyadarinya. Mungkin juga akan berlumuran bakteri, kuman dan penyakit dari tangan orang lain,"Ungkap Profesor Mark Wilcox dari University of Leeds School of Medicine, yang memimpin penelitian.

Ia menambahkan bahwa temuan penting untuk memahami cara-cara bakteri menyebar, dengan potensi mengirimkan penyakit. Dan penelitian ini terbit dalam Journalof Hospital Infection. (AH)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini