Aksi Switch-Off Jutaan Orang Menandakan Manusia di Bumi Siap untuk Change Climate Change

 Aksi Switch-Off Jutaan Orang Menandakan Manusia di Bumi Siap untuk Change Climate Change

Salah satu platform Earth Hour


Medialingkungan.com – Hari ini merupakan hari Sabtu terakhir di bulan Maret, yang dijadikan malam puncak Earth Hour sebagai wujud aksi nyata untuk mengkonservasi energi – swtich off akan dilakukan serentak di seluruh penjuru dunia pada pukul 20.30 – 21.30 waktu setempat.

2015, menjelang pembicaraan iklim di Paris, Sekjen PBB, Ban Ki-moon menyerukan agar seluruh Negara mendukung aksi ini. “Kita memadamkan lampu di rumah, perkantoran dan landmark pada Sabtu malam, dan memberikan kontribusi yang sangat signifikan menjelang pembicaraan iklim tahun ini di Paris,” kata Sekjen PBB.

Ban Ki-moon mengatakan, ratusan juta manusia bumi di seluruh dunia akan menuntut kesepakatan iklim global yang kuat dengan mematikan lampu selama satu jam, malam ini.

Earth hour menandai tahun kesembilannya dengan Change Climate Change. Dalam official videonya, Ban mengatakan, switch off yang diselenggarakan kali ini, lebih penting dari yang sebelumnya, karena hanya sembilan bulan sebelum pertemuan penting PBB untuk iklim di Paris.

“Perubahan iklim adalah masalah orang. Orang menyebabkan perubahan iklim dan orang menderita karena perubahan iklim. Orang juga dapat mengatasi perubahan iklim. Desember ini di Paris, PBB membawa seluruh bangsa bersama-sama untuk menyetujui perjanjian iklim yang baru, universal dan bermakna. Ini akan menjadi puncak dari tahun tindakan pada pembangunan berkelanjutan, “kata Ban.

Lebih dari 7.000 kota di 172 negara diharapkan untuk mengambil bagian dalam demonstrasi yang terbesar di dunia – yang telah berkembang dari sebuah peristiwa tunggal World Wildlife Fund (WWF) di Sydney pada tahun 2007.

“Earth Hour menunjukkan apa yang mungkin dilakukan ketika kita bersatu dalam mendukung suatu alasan: tidak ada aksi individu yang terlalu kecil, tanpa visi kolektif yang besar. Ini adalah waktu untuk menggunakan kekuatan Anda,” kata Ban.

ketua Earth Hour global, Sudhanshu Sarronwala mengatakan, demonstrasi tahun ini akan menjadi yang terbesar dari sebelumnya. “Perubahan iklim bukan hanya masalah jam, itu adalah masalah generasi kita. Lampu bisa saja dipadamkan untuk satu jam, tetapi tindakan jutaan orang sepanjang tahun akan menginspirasi solusi yang diperlukan untuk mengubah perubahan iklim.”

Ia juga mengatakan bahwa hingrar-bingar beberapa landmark paling terkenal di dunia akan turut memadamkan lampu. Gedung PBB di New York akan bergabung dengan Gedung Parlemen di London, Cristo Redentor (Christ the Redeemer) di Rio de Janeiro, dan Menara Eiffel di Paris, akan beralih menggunakan lilin selama satu jam.

Sementara itu, Colin Butfield, Direktur Kampanye WWF-UK mengatakan, sebuah pelajaran yang sangat berharga bahwa partisipasi massa adalah permintaan untuk tindakan iklim. “Fakta bahwa seperti sejumlah besar orang yang mengambil bagian dalam Earth Hour di seluruh dunia dan menggunakannya sebagai waktu untuk mengilhami tindakan pada keberlanjutan dalam komunitas mereka sendiri, mengirim pesan yang benar-benar jelas bahwa masyarakat siap untuk mengatasi perubahan iklim – kita sekarang perlu politisi untuk menunjukkan tujuan yang sama, “katanya.

Ban mengatakan, perubahan iklim jangan sampai melupakan dari hal lain, humanism. Seperti yang dilakukan Earth Hour: Memperkenalkan energi bersih untuk masyarakat bahkan untuk wilayah yang paling terpencil dan miskin di Bumi ini. “Dengan mematikan lampu kami juga menyadari bahwa lebih dari satu miliar orang masih bekum memiliki akses terhadap listrik. Kesejahteraan masa depan mereka membutuhkan akses dari kebersihan serta energi yang terjangkau, “katanya.

Ia menyontohkan, pada tahun 2014 Earth Hour menggunakan platform crowdfunding untuk mengumpulkan uang dan memberikan ribuan kompor hemat bahan bakar untuk keluarga di Madagaskar dan panel surya untuk desa-desa terpencil di Uganda. Selai itu, Earth Hour juga membantu masyarakat pulau di Filipina melalui penggunaan tenaga surya untuk pertama kalinya, dan mengumpulkan uang untuk korban Topan Haiyan. (Fahrum Ahmad)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *