Maritim Harapan Masa Depan

 Maritim Harapan Masa Depan

Ilustrasi (Gambar: medialingkungan)


Oleh : Diah Yustika – SMAN 3 Makassar

Bila melihat kenyataan bahwa dua pertiga wilayah Indonesia merupakan lautan, sejak berlakunya Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) dengan jarak 200 mill dari pantai pada tahun 1980, luas lautan indonesia seluruhnya mencapai 5,8 juta km², panjang garis pantainya 80.790 km atau sekitar 14 persen panjang garis pantai dunia.

Kekayaan laut di Indonesia sangatlah memukau, terlebih indahnya pemandangan dibawah laut. Inilah yang menggerakkan wisatawan mancanegara menyempatkan diri untuk mencicipi pemandangan tersebut.

Di lautan juga menyimpan banyak kekayaan lain, seperti menyimpan mineral dan energi yang mempunyai peranan penting dalam meningkatkan devisa negara.

Tetapi  berbagai permasalahan dapat muncul oleh pemanfaatan pesisir dan lautan yang mengabaikan prinsip-prinsip lingkungan. Laut sering diperlakukan sebagai penampungan sampah kota, limbah industri, dan limpasan bahan kimia pertanian.

Terumbu karangpun telah dieksploitasi secara besar-besaran. Di wilayah tertentu telah terjadi kelangkaan sumber daya ikan akibat penangkapan secara berlebihan.  

Pencemaran Laut dan Pesisir

Pencemaran laut diartikan sebagai adanya kotoran atau hasil buangan aktivitas makhluk hidup yang masuk ke daerah laut. Pencemaran lingkungan laut merupakan masalah yang dihadapi oleh masyarakat.

Pengaruhnya dapat menjangkau seluruh aktifitas manusia di laut dan karena sifat laut yang berbeda dengan darat, maka masalah pencemaran laut dapat mempengaruhi semua negara pantai baik yang sedang berkembang maupun negara-negara maju, sehingga perlu disadari bahwa semua negara pantai mempunyai kepentingan terhadap masalah pencemaran laut.

Praktik pemanfaatan sumberdaya laut masih banyak yang menyimpang dari ketentuan yang berlaku. Di antaranya penangakapan ikan dengan menggunakan bahan peledak atau bahan beracun.

Peledakan terumbu karang juga banyak ditemui di Kepulauan Seribu, Lombok, Bali, Sumbawa, Ambon, dll.

Tumpahan minyak di laut  

Salah satu sebab dan akibat pencemaran laut adalah tumpahan minyak yang tejadi di laut, yang terbagi ke dalam dua tipe, yakni minyak yang larut dalam air dan akan mengapung pada permukaan air, dan minyak yang tenggelam dan terakumulasi di dalam sedimen sebagai deposit hitam pada pasir dan batuan-batuan di pantai. Dan dapat mengakibatkan pencemaran dalam jangka pendek dan pencemaran dalam jangka panjang.

Adapun usaha untuk mencegah pencemaran laut yaitu:

1)     Menjaga kebersihan dilingkungan pesisir Pantai
2)     Menjaga kelestarian Terumbu karang  dan Rumput Laut
3)     Mendirikan organisasi Pencinta Laut
    

Maritim di Masa Depan

Meskipun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di darat masih tetap mendominasi, namun usaha peningkatan kegiatan di laut akan menjadi  tantangan dan kemungkinan paling menarik bagi pengembangan ekonomi  Indonesia di masa mendatang.

Adanya mobilitas dari masyarakat untuk lebih bisa berpartisipasi terhadap pengelolaan kekayaan laut Indonesia, dengan mendirikan sebuah organisasi yang bertujuan untuk melestarikan kekayaan laut, kita dapat mewujudkan suatu impian anak bangsa dalam menciptakan Negara Maritim sebagai acuan di masa depan.

Untuk itu, marilah kita bersama-sama berupaya untuk mendorong Indonesia menjadi lebih baik. Dan marilah kita bertindak untuk Indonesia yang lebih maju, dengan bersikap kritis.


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *