Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Dampak Pemanasan Global di Indonesia
Ilustrasi (Gambar: istimewa)
Oleh : Denise stevani – SMA Katolik Rajawali
Ketika anda berada dalam rumah, terasa gerah? Di jalanan terasa panas? Cuaca tak menentu? Itulah sekelumit rasa yang kita alami saat ini. Kondisi ini diduga terjadi karena pemanasan global.
Pemanasan global kian lama kian meningkat, hal ini disebabkan banyak faktor. Menurut Wikipedia pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut dan dataran bumi. Peneliti menyebutkan bahwa selama seratus tahun terakhir suhu rata-rata global pada permukaan bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18°C (1.33 ± 0.32°F). (diakses, 17-09-14 Pukul 21.35 WITA)
Hal ini pun berdampak pada Indonesia, dimana peningkatan suhu dibumi menyebabkan dampak yang cukup buruk bagi Indonesia. Contohnya terbakarnya hutan di Kalimantan, sehingga banyak hewan-hewan liar yang kehilangan tempat tinggal, datang ke pemukiman warga untuk mencari suasana dan mencari makanan untuk bertahan hidup.
Pemanasan global di Indonesia maupun di dunia umumnya disebabkan oleh rumah dengan ornamen kaca, asap pabrik, maupun asap kendaraan bermotor dan juga asap pembakaran sampah.
Efek dari rumah berornamen kaca sangatlah banyak karena panas matahari yang seharusnya menjadi energi cahaya untuk menghangatkan bumi, malah terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, sulfur dioksida, dan matan yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini.
Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan bumi. Keadaan ini terjadi secara terus-menerus sehinga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.
Dan juga efek dari asap pabrik, asap kendaraan bermotor dan asap pembakaran sampah pun tak luput membuat pemanasan global semakin parah, karena asap-asap yang di keluarkan membuat lapisan ozon terkikis sehingga memudahkan energi cahaya dan panas matahari masuk ke bumi.
Akibatnya, pelindung (lapisan ozon) bumi sudah tidak terlalu bisa untuk mengurangi cahaya dan panas yang masuk sehingga suhu bumi semakin panas. Selain itu asap-asap tersebut pun menjadi polusi yang juga berbahaya bagi kesehatan manusia.
Dampak-dampak yang ditimbulkan oleh pemanasan global sangatlah banyak. Untuk di Indonesia, cahaya matahari dan panas matahari yang berlebihan masuk ke dalam bumi, jika terkena kulit manusia secara terus-menerus atau sering bisa menyebabkan penyakit-penyakit kulit, dan yang terparah adalah kanker kulit. Suhu yang meningkat ini pun bisa menyebabkan naiknya suhu laut yang diperkirakan mungkin bisa menyebabkan tsunami.
Akibat pemanasan global ini diperkirakan akan ada setidaknya 2000 pulau di Indonesia mungkin akan hilang dan pulau-pulau di Indonesia saat ini pun sudah mulai tenggelam sekitar 1 meter.
Sekarang ini sudah banyak upaya manusia untuk mengurangi pemanasan global, dan hal yang umumnya dilakukan untuk mengurangi pemanasan global adalah reboisasi atau penanaman ulang tanah-tanah yang tandus.
Saat ini muncul kesadaran orang-orang untuk mengurangi menggunakan rumah kaca, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor menggantikannya dengan menggunakan sepeda ataupun berjalan, dan juga orang-orang mulai mendaur ulang sampah-sampah organic yang ada.
Hal ini diharapakan bisa mengurangi pemanasan global dan diharapkan mau melakukannya dari hati, sehingga berdampak baik untuk masa depan. Bagi kita sebagai siswa/(i) di sekolah, ajak teman-teman kita untuk ramai-ramai menanam tanaman di sekolah kita masing-masing.