JANGAN Minum, Air Kemasan yang Terperangkap Panas di Dalam Mobil

 JANGAN Minum, Air Kemasan yang Terperangkap Panas di Dalam Mobil

Air kemasan dalam mobil (gambar:istimewa)


Medialingkungan.com – Minuman menggunakan kemasan plastik memang praktis untuk dibawa ke mana pun. Namun di samping berkontribusi menambah sampah, minuman kemasan juga berisiko membuat penyakit, utamanya jika dibiarkan di dalam tempat panas dan dalam waktu yang lama.

Salah satu tempat yang sering dijumpai, namun sepintas terlupakan dan memiliki suhu panas adalah di dalam mobil yang tidak mengaktifkan pendingin udaranya, terlebih jika dalam kondisi terparkir di bawah terik matahari langsung.

Menurut dokter spesialis gizi, Saptawati Bardosono mengatakan, minuman dengan kemasan yang terbuat dari plastik bisa berbahaya jika diletakkan di tempat panas selama lebih dari dua jam. Pasalnya, suhu panas bisa membuat plastik cepat mengurai dan mengkontaminasi air.

“Air dalam kemasan plastik yang dibiarkan dalam waktu lama dalam kondisi panas sudah bereaksi dengan plastik sehingga berbahaya jika diminum,” ujarnya.

Saptawati menambahkan, untuk mengenali air yang telah terkontaminasi dengan plastik dapat dilihat dari ciri-ciri fisik, yakni terdapat serpihan-serpihan kecil di air minuman kemasan plastik yang disimpan terlalu lama pada tempat bersuhu panas.

Kendati demikian, untuk ciri-ciri fisik lainnya biasanya tidak terlalu terlihat karena reaksi kimia sangat sulit diindrai menggunakan mata telanjang. 

“Mungkin air masih terlihat bening, namun sudah terjadi perubahan reaksi kimia karena sudah bercampur dengan plastik,” jelas dia. (AP)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *