KEHATI Award 2015 Anugerahi Enam Pahlawan Lingkungan

 KEHATI Award 2015 Anugerahi Enam Pahlawan Lingkungan

Foto para peraih KEHATI Award 2015 (Gambar: Ist)


Malam tadi (28/01) telah dianugerahkan gelar pahlawan di bidang lingkungan hidup kepada enam orang yang terbukti memeberikan efek besar dalam pengembangan kualitas lingkungan hidup berdasarkan kategori Prakarsa Lestari Kehati, Pendorong Lestari Kehati, Peduli Lestari Kehati, Cipta Lestari Kehati, Citra Lestari Kehati, dan Tunas Lestari Kehati.

Medialingkungan.com – Mewujudkan integritas dan sikap profesionalisme yang kokoh untuk kepentingan lingkungan hidup, Yayasan KEHATI, menganugerahi enam orang yang dianggap memberikan kontribusi dalam penyelamatan lingkungan. Keenam orang ini lolos setelah diseleksi secara ketat oleh dewan juri yang berjumlah lima orang, yaitu Prof Eko Baroto, Ir Yusni Emilia Harahap, Agus HS Reksoprodjo, Dr Asclepias RS Indriyanto, dan Gesit Ariyanto.

Bertempat di Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Jakarta, 28 Januari 2015, Emil Salim, Pembina Yayasan KEHATI sekaligus tokoh lingkungan hidup Indonesia melontarkan rasa hormatnya pada mereka (keenam orang itu) yang terpilih sebagai Pahlawan Lingkungan. “Pada mereka hormat saya,” tegas Emil Salim.

Menurutnya apa yang telah dilakukan oleh para peraih KEHATI Award patut dihargai setinggi-tingginya, karena meskipun yang mereka lakukan belum tentu besar, tetapi jalan mereka sudah benar. “Mereka melestarikan keanekaragaman hayati,” tambahnya.

Keenam pemenang ini antara lain, Aziil Anwar dari Majene, Sulawesi Barat pada kategori Prakarsa Lestari Kehati karena upayanya menumbuhkan mangrove di karang-karang mati, kemudian Ir. Januminro dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah pada kategori Pendorong Lestari Kehati karena usahanya mengelola hutan gambut hak milik. Dari kategori Peduli Lestari Kehati, pemenangnya adalah CV Arum Ayu dari Tangerang Selatan, Banten karena upayanya mengolah sumber pangan lokal dan mengajarkannya pada banyak orang.

Untuk kategori Cipta Lestari Kehati, pemenangnya adalah Prof. Achmad Subagio dari Jember, Jawa Timur, seorang peneliti yang mendorong pangan lokal di lahan-lahan marjinal. Kemudian Agustinus Sasundu dari Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pemenang di kategori Citra Lestari Kehati karena upayanya mempopulerkan musik bambu. Kemudian, di kalangan generasi muda, terdapat KeSEMaT (Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur) dari Universitas Diponegoro, Semarang yang menjadi pemenang kategori Tunas Lestari Kehati karena upayanya menjadikan mangrove sebagai gaya hidup.

Ketua Pembina Yayasan KEHATI, Ismid Hadad mengatakan bahwa di tahun yang ke-15 ini, penganugerahan KEHATI Award telah dianggap sebagai harapan baru dan sebuah gerakan melawan arus dalam mengembangkan upaya-upaya pelestarian lingkungan. “Sejak pelaksanaan KEHATI Award di tahun 2000, saya selalu gembira bertemu dengan wajah-wajah baru yang bisa menjadi harapan pelestarian keanekaragaman hayati,” ungkapnya.

Prosesi kegiatan ini juga didukung oleh para media lingkungan, di antaranya, SWA Media, Society of Indonesian Environmental Journalist (SIEJ), ANTARA, Radio KBR, Mongabay, MP Pro dan Alilansi Jurnalis Independen (AJI). (MFA)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *