Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Lumba-Lumba Fraser Ditemukan Mati Di Pantai Sanur
Keadaan Lumba-Lumba Fraser yang Mati di Pantai Sanur, Bali Sebelum Dikuburkan. (Sumber: Mongabay.com)
Medialingkungan.com – Pantai Sindhu, Sanur, Bali ditemukan seekor lumba-lumba Fraser (Lagenodelphis hosei) mati dan telah memasuki code 3, Minggu (19/11/17). Code 3 berarti dalam proses pembusukan yang ditandai dengan penggelembungan badan, berbau, kulit terkelupas sehingga tak bisa di nekropsi. Nekropsi adalah bedah carcas pada mamalia laut yang dilakukan setelah ikan/mamalia laut mati yang bertujuan untuk meneliti penyebab kematian mamalia tersebut.
Firdy Rahmanda Ikhwan mengatakan bahwa, tidak banyak informasi yang didapat saat post mortem. Situasi dan kondisi lokasi ditemukannya lumba-lumba berada didekat restoran dan hotel yang tidak memungkinkan dilakukannya nekropsi karena akan mengeluarkan bau yang sangat tajam.
“Kondisi lumba-lumba sudah sangat membengkak dengan luka, mungkin sudah dua hati mati,” ujar Firdy, Dokter Hewan dari Turtle Convervation and Education Center (TCEC) yang dilansir dari Mongabay.com
Luka yang berada di dekat ekor adalah lubang yang cukup dalam dan ada banyak kemungkinan untuk bisa menjawab penyebab dari luka ini. Lumba-lumba yang memiliki panjang fraser 220 cm dan lingkar tubuhnya 120 cm segera dikubur setelah diambil sampel dagingnya pada sirip ekor (caudal) untuk uji DNA. Lumba-lumba ini diketahui dari media sosial masyarakat sekitar. Lalu Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar menugaskan tim reaksi cepat untuk ke lokasi. (Ira Anugerah A)