Pelajar Tolak Ukur Perubahan Lingkungan


Sinthia Laurenz – SMAN 15 Makassar

Indonesia merupakan negara dengan sejuta kekayaan alamnya. Terbentang dari Sabang sampai Merauke, Indonesia dijuluki sebagai negara dengan sejuta keindahan. Julukan “Bukan Lautan tapi Kolam Susu” membuat dunia menyadari betapa kayanya Indonesia akan sumber daya alam.

Meskipun demikian, lingkungan hidup di Indonesia saat ini telah mengalami banyak deteriorasi atau kemunduran mutu lingkungan. kemunduran lingkungan hidup yang terjadi di Indonesia disebabkan kurangnya perhatian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan hidup dialam Indonesia ini.

Semakin bertambah pesatnya jumlah penduduk dan semakin menyempitnya lahan yang bisa dimanfaatkan untuk mengolah kekayaan alam Indonesia, membuat masyarakat terus-menerus memanfaatkan kekayaan alam Indonesia secara berlebihan, tanpa pernah berpikir untuk melakukan upaya pelestarian.

Saat inilah peran pelajar sangat dibutuhkan sebagai generasi penerus bangsa untuk menjadi agen perubahan lingkungan hidup di Indonesia. Pelajar dimasa mudanya ini diharapkan dapat memiliki rasa tanggung jawab dan kesadaran yang tinggi akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup.

Tanggung jawab yang diberikan oleh leluhur kita setidaknya dapat memberikan kesadaran untuk para pemuda mengolah alam Indonesia dengan sebaik mungkin.

Namun yang sangat disayangkan saat ini adalah kurangnya perhatian pelajar sebagai generasi penerus bangsa akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup di Indonesia. Para pelajar yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan lingkungan malah menjadi agen perusak lingkungan.

Kemajuan teknologi menyebabkan merosotnya sikap cinta lingkungan oleh para pelajar. Pelajar seakan dibius untuk terus dimanfaatkan oleh perkembangan teknologi saat ini, sehingga enggan berpikir kreatif  dan inovatif, dan terkesan melupakan lingkungan sekitarnya.

Saat ini, sangat kurang elemen masyarakat yang gencar melakukan sosialisasi tentang pentingnya pelestarian lingkungan hidup. Masyarakat dan pemerintah sangat terbuai dan terlena akan keindahan lingkungan dan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia. Ketidakpedulian masyarakat ini mengakibatkan para pelajar bersikap acuh tak acuh lagi terhadap kelestarian lingkungan di Indonesia.

Pelajar sebagai agen perubahan lingkungan diharapkan mempunyai rasa cinta lingkungan yang tinggi. Karena ketika kita telah mencintai sesuatu hal, tentu kita tidak akan membiarkan sesuatu yang kita cintai itu terluka bahkan rusak. Begitupun dengan cinta lingkungan.

Ketika pelajar telah memiliki rasa cinta terhadap lingkungan yang telah dipupuk mulai dari sekarang, tentu para pelajar tidak akan membiarkan lingkungan disekitarnya menjadi rusak. Para pelajar tentu akan menjaga dan melindungi lingkungan sekitarnya dengan baik.

Saat ini dibutuhkan suatu upaya yang dapat menimbulkan kecintaan pelajar terhadap lingkungan. Contoh kecil kerusakan dilingkungan sekolah adalah banyaknya sampah yang berserakan. Upaya yang seharusnya dilakukan yaitu bagaimana mengolah sampah yang tidak berguna menjadi sesuatu yang berdayaguna tinggi.

Sampah jika dimanfaatkan dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi. Jika sejak dini pelajar telah diajarkan cara mengolah sampah sehingga menjadi sesuatu yang bernilai, seperti memanfaatkan limbah plastik untuk membuat kerajinan tangan yang bisa diperjual belikan, tentu ide kreatif yang dimiliki oleh pelajar dapat tersalurkan dan membuat pelajar lebih mencintai lingkungan.

Oleh sebab itu, peran pelajar sebagai ujung tombak perubahan lingkungan di Indonesia sangat penting untuk perubahan lingkungan kearah yang lebih baik lagi. Ketika pelajar sudah mencintai lingkungan dan mampu berpikir kritis terhadap kemajuan teknologi sehingga dapat memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut dengan sebaik mungkin, maka lingkungan di Indonesia dapat terselamatkan dan kehidupan generasi penerus kita kelak akan terselamatkan.


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *