Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
SCF Bersama Yayasan Kemitraan Dampingi Masyarakat Kembangkan Demplot Kopi
Masyarakat Desa Kahayya, Kec. Kindang, Kab. Bulukumba disaat membangun demplot percontohan penanaman kopi dalam mengembangkan tanaman kopi (Gambar: sdn elle)
Medialingkungan.com – Sulawesi Community Foundation (SCF) memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Kahayya, Kec. Kindang, Kab. Bulukumba untuk mengembangkan tanaman kopi. Bersama masyarakat setempat, SCF mendorong wilayah ini menjadi demplot percontohan tanaman kopi.
Kegiatan yang diselenggarakan pada 1-2 Juli ini merupakan kerjasama antara SCF dan Yayasan Kemitraan. Pada kesempatan itu, SCF mendampingi masyarakat membuat pupuk kompos di lahan-lahan milik masyarakat sebagai kegiatan awal dalam pengembangan demplot.
Sekitar 20 peserta penerima manfaat serta pemerintah desa terlihat antusias mengikuti pelatihan, baik pada materi yang diberikan maupun praktik lapangan.
Berdasarkan riwayat desa yang berhasil dihumpun, mayoritas masyarakat Kahayya berprofesi sebagai petani kopi — ini merupakan akronim dari nama desanya. Nama Kahayya bersal dari bahasa Konjo (Bahasa Daerah Bulukumba, red) — yaitu dari suku kata “ KAHA” — yang jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia berarti “KOPI“.
Sehingga, makna filosofis dari kata “KAHAYYA“ menyimbolkan bahwa desa ini merupakan sentra kopi. Dengan begitu, orang lain akan mudah mengingat, ketika ada yang menyebut Kahayya, maka yang terlintas dalam pikiran pendengar — adalah kopi.
Menurut sejarahnya, wilayah Kahayya sebelumnya bernama Bonto dan merupakan hutan belantara, yang kemudian dibuka menjadi sebuah pemukiman dan sekaligus sebagai lahan pertanian oleh Nuju Daeng Eja (Kr. Eja) setelah mempersunting Putri dari Patappa Daeng Pahallang yang bernama Pg.Hajare.
Dengan berkembangnya lahan pertanian, khususnya kopi, menjadikan Desa Bonto lebih populer dengan sebutan Kahayya. “Tidak ada informasi jelas mengenai waktu perubahan nama desa tersebut, ujar Akbar, fasilitator SCF dalam program ini saat dihubungi via telepon. Namun, kepopuleran kopi di desa ini, menjadikan desa ini disebut sebagai Desa Kahayya.
Sejarah sentra kopi di wilayah ini menjadi motif awal pengembangan demplot tanaman kopi di Desa Kahayya. Program ini juga menjadi harapan masyarakat setempat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan. Pelaksana program juga berharap agar masyarakat menjaga semangatnya dalam pengembangan demplot kopi dan terus kooperatif dalam mengikuti kegiatan-kegiatan pengembangan kapasitas lainnya. (Fahrum Ahmad)