Dianggap  Merugikan Negara 16 Trilliun, Perusahaan Ini Digugat KLH

 Dianggap  Merugikan Negara 16 Trilliun, Perusahaan Ini Digugat KLH

Majelis Hakim provinsi Riau yag menangani kasus gugatan KLH (gambar:riaupos)


Medialingkungan.com – Dinilai menyebabkan pencemaran dan perusakan lingkungan hidup serta secara fiansial merugikan negara, Pengadilan Negeri Pekanbaru kembali melanjutkan sidang PT Merbau Pelalawan Lestari pada tanggal 27 Januari 2014 lalu di Pekanbaru, Riau.

Saksi yang dihadirkan oleh PT Merbau Pelalawan Lestari sebagai tergugat yaitu Tamda Rianto dari Dinas Kehutanan Provinsi Riau. Berdasarkan keterangan yang didapatkan mongabay.co.id dari kesaksian Tamda Rianto bahwa Dinas Kehutanan Provinsi Riau menilai MPL tidak melakukan pelanggaran dalam kasus ini, “PT MPL tidak menebang di luar IUPHHKHT. Total RKT yang dikerjakan sejak 2004-2006 sekitar 3.046 ha, berdasarkan data dari Dinas Kehutanan Provinsi Riau, PT MPL belum pernah diberi sanksi oleh kemenhut”, ujar Tamdo Rianto. 

Pada tahun sebelumnya (26/9/2013), KLH mengajukan gugatan perdata perbuatan melawan hukum dari PT. MPL. Kementrian Lingkungan Hidup menganggap Perbuatan melawan hukum yang dinilai telah dilakukan oleh PT MPL adalah melakukan penebangan hutan di luar lokasi izin IUPHHKHT.

Hasil lansiran Mongabay Indonesia menyatakan dari seluas 5.590 hektar izin di Pelalawan berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 522.21/IUPHHKHT/XII/2002/04 tanggal 17 Desember 2002, telah ditebang seluas 7.466 hektare berdasarkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) tahun 2004, 2005 dan 2006.  Selisih dengan IUPHHKHT seluas 1.873  hetar. Total kerugian akibat perusakan lingkungan hidup di luar IUPHHKHT seluas 1.873  hetar setidaknya Rp 4Triliun.

Perusahaan ini juga dinilai melakukan penebangan hutan di dalam areal IUPHHKHT.  Dari 5.590 hektare, 400 hektare berupa bekas tebangan dan sisanya seluas 5.190 berupa hutan primer atau hutan alam. Berdasarkan aturan kementerian kehutanan, tidak dibenarkan melakukan penebangan hutan alam di dalam usaha hutan tanaman, kecuali untuk kepentingan pembangunan sarana dan prasarana dengan luas maksimum satu persen.PT Merbau Pelalawan Lestari juga telah menebang  kayu ramin. Total kerugian akibat perusakan lingkungan hidup di dalam areal IUPHHKHT seluas 5.590 hektare setidaknya Rp 12 Triliun.

Setidaknya sekitar Rp 16 Trilliun total kerugian akibat perusakan lingkungan hidup yang dilakukan oleh PT Merbau Pelalawan Lestari dengan cara menebang hutan alam di dalam dan di luar IUPHHK HT dan RKT pada tahun 2004, 2006, dan 2006. (MFA)

 

 


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *