Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
PT Petro Selat di Riau Dituntut Pertanggung Jwaban Atas tumpahan Minyaknya
kantor operasional minyak dan gas PT Petro Selat di Siak, provinsi Riau (gambar:tribunnews)
Medialingkungan.com – Kebocoran saluran minyak PT Petro Selat saat dilakukan pengeboran mengakibatkan tumpahan minyak (oil spill) di kabupaten Siak, Riau. Hal dilaporkan telah tersebut mencemari lingkungandi sekitar wilayah tumpahan.
“Kebocoran terjadi saat pihak perusahaan mengebor sumur baru sehingga gas bercampur minyak dan lumpur menyembur ke udara yang mencemari lingkungan sekitarnya,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Siak, Sadikin, kepada ANTARA, di Pekanbaru, Selasa (13/05/2014).
Berdasarkan laporan yang diterimanya, semburan minyak bercampur gas dan lumpur dari sumur baru itu tinggi sampai 15 meter pada saat kejadian pertama terjadi. Insiden tumpahan minyak ini berada di Bakau Area 07 di konsesi perusahaan di Kabupaten Siak
Ia mengatakan, pihak perusahaan melaporkan kebocoran sumur tersebut baru bisa ditanggulangi lima hari setelah insiden terjadi. Meski demikian, semburan tumpahan dan ceceran minyak sudah terlanjur mencemari lingkungan.
“Minyak dan lumpur masuk ke Sungai Rawa yang jaraknya sekira tiga kilometer dari Selat Malaka,” ujarnya.
Warga setempat menjadi resah dan marah akibat pencemaran tumpahan minyak tersebut. Pihak Badan Lingkungan Hidup(BLH) Siak hingga kini terus menginventarisir kerusakan lingkungan dan kerugian masyarakat akibat dampak tumpahan minyak PT Petro Selat.
“Masyarakat sudah pada ribut sehingga saya meminta kepada Camat dan Kepala Desa untuk meredakan keresahan masyarakat, sambil kita minta perusahaan untuk segera melakukan langkah antisipasi yang setidak-tidaknya harus ada kompensasi atau ganti rugi kepada masyarakat yang menjadi korban nanti sepeti apa,” katanya.
Menurut dia, pihak perusahaan sudah cukup tanggap melakukan antisipasi dengan menempatkan alat khusus untuk membendung tumpahan minyak agar tidak banyak yang terbawa arus dari Sungai Rawa ke Selat Malaka. Ia memperkirakan minyak Petro Selat yang tumpah dan mencemari lingkungan jumlahnya cukup besar hingga ratusan barrel.
Berdasarkan laporan sementara, pihak perusahaan sedikitnya menumpahkan 200 barrel minyak meski sudah berhasil dikumpulkan.
Bupati Syamsuar pada Senin lalu (12/05/2014) telah melakukakan peninjauan ke lokasi semburan dan menginstruksikan agar pihak perusahaan bertanggung jawab dan menangani dengan serius insiden tumpahan minyak tersebut serta mengatasi dampaknya terhadap lingkungan. (MFA)