Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Maruruno, Air Terjun Berundak-undak
Pengunjung yang sedang berfoto di bawah air terjun Maruruno (Gambar: static.pulsk.com)
Medialingkungan.com – Bagi kebanyakan orang, mendengar kata Luwu Timur mungkin yang pertamakali terlintas dibenak adalah daerah kaya akan bahan tambang khususnya Nikel. Namun, Luwu Timur ternyata menyimpan beraneka ragam wisata alam, salah satunya air terjun Maruruno.
Kata Maruruno sendiri memiliki arti gemuruh. Penamaan air terjun ini dengan kata tersebut dikarenakan suara gemuruh airnya yang jatuh dari ketinggian dengan melewati beberapa undakan. Namun ada juga yang menyebutnya air terjun ‘Mata Buntu’, artinya air yang keluar dari batu yang bergelembung.
Air tejun ini tersembunyi di antara lebatnya pepohonan Gunung Lembeonga yang menjulang tinggi sehingga membuat suasananya sangat alami. Udara yang sejuk, suara gemercik air ditambah kicauan burung dan berbagai suara satwa lainnya memberikan ketenangan bagi pengunjung.
Uniknya lagi, air terjun ini memiliki 33 susun undakan yang terbentuk secara alami. Dimana Untuk mencapai undakan utama kita harus melewati puluhan anak tangga yang terbuat dari beton.
Undakan paling atas dapat ditemui sebuah batu berbentuk alat kelamin pria yang konon dipercaya dapat membantu bagi pasangan yang belum dikarunia anak. Adapula yang meyakini sebagai tempat mengikat janji bagi pasangan muda mudi.
Model undakan tersebut berbentuk mangkuk sehingga terlihat seperti kolam-kolam kecil yang membuat air jatuh diantara tebing tidak langsung menuju ke sungai utama yaitu sungai Tumbura.
Saat Anda datang pada musim kemarau, airnya yang dangkal hanya sebatas mata kaki membuat banyak pengujung berlama-lama mandi di kolam ini. Namun pada musim hujan, debit air bisa saja bertambah sehingga jika Anda ingin berkunjung ke tempat ini pintar-pintarlah memilih waktu.
Air Terjun Maruruno terletak di ujung timur Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Wasuponda Kabupaten Luwu Timur. Jarak dari Kota Makassar ke Kabupaten Luwu Timur kurang lebih 500 kilometer, yang dapat ditempuh baik jalur darat maupun jalur udara.
Jika melalui jalur darat Anda dapat menggunakan bus umum dari Kota Makassar ke Kabupaten Luwu Timur dan tiba kecamatan Wasuponda dengan menempuh perjalanan kurang lebih 12 jam.
Dan jika penggunakan pesawat, kita berangkat dari Bandara Sultan Hasanuddin menuju ke Bandara Sorowako. Dari Sorowako, kita bisa menempuh jalur darat menggunakan kendaraan roda empat yang dapat ditempuh sekitar 30 menit.
Untuk akses masuk ke lokasi air terjun, pengunjung tidak dikenakan biaya. Namun tempat ini belum banyak disediakan fasilitas untuk pengunjung seperti penginapan. {Rista Amran}
1. Suasana air terjun Maruruno (Gambar: Fotosintesa.com)
2. Salah satu undukan air terjun Maruruno (Gambar: 4.bp.blogspot.com)
