Pertumbuhan Eceng Gondok Cemari Danau Toba

 Pertumbuhan Eceng Gondok Cemari Danau Toba

salah satu titip perkembangan eceng gondok yang mulai memadati tepi danau toba daerah Nainggolan (gambar:bonpas)


Medialingkungan.com – Penyebaran eceng gondok yang sangat cepat di Danau Toba, kini telah menutupi sebagian besar danau yang berada di Sumatra Utara ini. Tumbuhan tersebut dinilai mencemari kebersihan lingkungan.

“Saat ini air danau Toba berada dalam kondisi cemar sedang, sehingga diharapkan adanya upaya-upaya penyelamatan agar tingkat pencemaran tidak semakin parah,” kata Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), M. Dani kepada wartawan ANTARA.

Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan oleh Dani menunjukkan bahwa telah terjadi pencemaran sedang terhadap air di sejumlah lokasi di kawasan Lumban Silintong Balige, meski tidak separah di kawasan Haranggaol dan Parapat.

Ia mengatakan, Kondisi cemar sedang itu hanya terjadi pada beberapa daerah yang terletak di pinggiran danau, sementara beberapa lokasi lainnya belum ditemukan indikasi pencemaran.

Selain itu, Dani juga menemukan penyebab terjadinya pencemaran pada danau yang terletak di bagian tengah Provinsi Sumatera Utara itu. Ia menduga pencemaran tersebut ditengarai akibat pembuangan limbah domestik, hotel, pertanian, serta berbagai limbah lainnya berada di atas ambang batas baku mutu yang diperbolehkan. 

“Perlu adanya tindakan penyelamatan, agar pencemaran air Danau Toba tidak menjadi semakin parah, mengingat kawasan danau ini sudah cukup terkenal dalam dunia pariwisata internasional,” katanya.

Pemerhati lingkungan dari Tobasa, Marandus Sirait menyebutkan, keberadaan danau Toba sebagai ikon pariwisata Sumatera Utara kini menjadi sorotan akibat menumpuknya eceng gondok sekitar perairan hingga bibir pantai pada wilayah tertentu. 

Di samping itu, air Danau Toba digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan I, II dan kelak III. Kerusakan hutan sebagai penyangga ketersediaan air di danau terbesar di Indonesia ini membuat debit air Danau Toba semakin hari semakin berkurang.

“Jika terus dibiarkan, degradasinya akan semakin parah. Apalagi, ditambah pembalakan liar di sekitar kawasan hutan di wilayah tersebut,” katanya. (MFA)

Sumber : Antara


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *