Gas Buang vs Tanaman Hijau

 Gas Buang vs Tanaman Hijau

Ilustrasi (Gambar: istimewa)


Oleh : Firda Amalia H – SMAN 1 Sungguminasa

Pencemaran lingkungan khususnya lingkungan udara selalu menjadi persoalan rumit di perkotaan. Di kota-kota besar di Indonesia, udara tidak sehat menjadi hirupan masyarakat sehari-hari. Berhadapan dengan polusi udara merupakan hal yang lazim dijumpai masyarakat saat ini. Bahkan, krisis udara sehat kerap kali dirasakan oleh masyarakat.

Masalah pencemaran udara diakibatkan oleh berbagai faktor. Misalnya, di Jakarta, meningkatnya jumlah pengguna kendaraan beremisi gas buang menjadi penyebab terbesar terjadinya polusi udara.

Sedangkan, di Semarang yang merupakan kota industri, yang menjadi penyebab utama terjadinya polusi udara adalah  limbah gas dari pabrik-pabrik industri.

Masalah lain seperti pembakaran limbah padat rumah tangga dan fosil, serta asap rokok juga menjadi penyebab tercemarnya lingkungan udara.

Dampak yang dihasilkan dari pencemaran udara sangatlah berbahaya. Gas-gas seperti karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), metana (CH4), sulful dioksida (SOx) dan zat-zat kimia berbahaya lainnya apabila terhirup oleh manusia dan hewan dalam jumlah yang banyak akan mendatangkan berbagai macam penyakit pada saluran pernafasan, contohnya: Tuberculosis (TBC).

Selain itu, jumlah karbon dioksida (CO2) yang berlebihan di udara akan menyebabkan panas di permukaan bumi tidak dapat dikeluarkan karena gas kimia tersebut merusak lapisan ozon yang melindungi radiasi sinar ultraviolet penyebab kanker atau dikenal sebagai istilah efek rumah kaca sehingga mengakibatkan terjadinya pemanasan global.

Perlu adanya kesadaran dalam diri masyarakat untuk membenahi lingkungan udara yang tercemar. Di beberapa kota besar di Indonesia, pemerintah telah menerapkan pengadaan taman kota.

Pohon-pohon dan tanaman hijau yang terdapat di taman-taman kota mampu menyerap karbon dioksida (CO2) dan menghasilkan oksigen (O2).

Namun, paradigma sebagian besar masyarakat yang menganggap bahwa taman kota merupakan tanggungjawab pemerintah, bukan masyarakat yang harus menjaga dan merawatnya, menjadikan terhambatnya realisasi upaya penanggulangan masalah pencemaran udara.

Pencemaran lingkungan udara merupakan hal yang menjadi tantangan bagi pemerintah dan keluhan bagi masyarakat. Berbagai faktor penyebabnya dikarenakan oleh ulah manusia dan dampaknya tidak hanya dirasakan oleh manusia, tetapi makhluk ciptaan Tuhan yang lain yakni hewan dan tumbuhan juga ikut terkena dampaknya.

Berbagai penyakit saluran pernafasan akan siap sedia menyerang apabila polusi udara dibiarkan begitu saja tanpa adanya upaya penanggulangan. Menanam dan membesarkan satu bibit tanaman hijau merupakan langkah kecil yang akan memberikan dampak besar bagi lingkungan khususnya udara. Maka dari itu, mari bersama-sama selamatkan udara kita!


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *