Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Greenpeace Ikut Serukan Indonesia Bebas Sampah dan Bebas Insinerator
Aktivis Detox Greenpeace {Gambar : Greenpeace Indonesia}
Medialingkungan.com – Ratusan aktivis Greenpeace Indonesia turut melakukan aksi bersih sampah bersama masyarakat di Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016. Aksi bersama ini dilakukan di 8 kota yaitu Padang, Pekanbaru, Bandung, Semarang, Jogja, Surabaya, Jayapura, dan Jakarta. Aksi bersama ini merupakan bagian dari dukungan Greenpeace terhadap Gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020.
“Indonesia sebagai penyumbang sampah ke lautan kedua terbesar di dunia, harus segera berbenah diri dalam pengelolaan sampahnya, karena banyak sampah yang berakhir di lautan dan mengancam keberlanjutan ekosistem laut Indonesia yang indah,“ ujar Arifsyah Nasution, Juru Kampanye Laut Greenpeace Indonesia dalam siaran persnya (22/02).
Menurutnya, masyarakat di seluruh dunia terus menghasilkan lebih banyak sampah dan limbah. Sehingga dibutuhkan dukungan politik pemerintah dan inovasi serta pertanggungjawaban industri yang kuat untuk mengubah tren yang mengkhawatirkan itu. Untuk itu, pengelolaan sampah perlu dilakukan secara terpadu dan mengatasi akar masalahnya.
Greenpeace menganggap bahwa inisiatif terbaru pemerintah sebagai solusi penanganan sampah melalui upaya pengolahan sampah waste to energy dengan teknologi thermal seperti insinerator — termasuk gasifikasi dan pyrolisis yang rencananya akan dibangun di 7 kota di Indonesia justru berpotensi menghasilkan masalah baru.
“Mitos terbesar dari insinerator adalah bahwa ia membuat sampah hilang. Pada kenyataanya sampah hanya berubah bentuk menjadi gas dan disebar ke udara, perairan dan daratan yang luas. Pembakaran yang terjadi di insinerator menghasilkan berbagai polutan berbahaya termasuk Dioxin, material paling beracun yang dikenal ilmu pengetahuan yang dapat menyebabkan kanker pada manusia. Jika pemerintah terus bersikukuh membangun insinerator dan sejenisnya ini sama saja dengan secara sengaja meracuni udara dan lingkungan kita,” ungkap Ahmad Ashov Birry, Juru Kampanye Detox Greenpeace Indonesia.
Insinerator melepaskan berbagai polutan dalam bentuk gas, abu dan residu beracun lainnya. Filter yang digunakan untuk membersihkan gas dalam cerobong insinerator juga menghasilkan limbah beracun padat dan cair, yang pada akhirnya juga harus dibuang.
Menurut Ahmad, satu-satunya cara untuk memperbaiki situasi ini dan melindungi lautan dari pencemaran yang akut dengan menghindari produksi sampah dan limbah beracun dengan menghapuskan penggunaan bahan beracun berbahaya, mentransformasi proses produksi dan penanganan setelah pakai dari berbagai produk yang kita gunakan.
Ia menambahkan, sksi masyarakat di Hari Peduli Sampah Nasional 2016 sudah seharusnya diikuti kepedulian pemerintah untuk tidak membangun insinerator dan sejenisnya yang hanya akan membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penolakan masyarakat terhadap insinerator telah berkembang di seluruh dunia.
Masyarakat telah menyadari bahwa tidak ada tempat untuk pembakaran sampah dan limbah B3 dalam masyarakat yang berkelanjutan. Greenpeace Indonesia terus berupaya mendorong Indonesia bebas sampah, dan bebas insinerator. {Fahrum Ahmad}