Koalisi LSM Lingkungan Gelar Kampanye Kreatif Stop Batubara

 Koalisi LSM Lingkungan Gelar Kampanye Kreatif Stop Batubara

Ribuan orang memadati jalan dalam rangka aksi damai berupa pawai dan karnaval kreatif yang digelar oleh Koalisi LSM Lingkungan, Break Free pagi tadi (11/05), di Jakarta. (Gambar: Greenpeace)


Medialingkungan.com – Koalisi Break Free, yang merupakan gabungan dari Greenpeace, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), dan Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), melakukan aksi damai mendesak pemerintah Indonesia melepaskan diri dari penggunaan batu bara sebagai sumber energi, dan beralih pada sumber-sumber energi terbarukan pada pagi tadi (11/05). Aksi damai tersebut merupakan aksi mobilisasi massa yang dilakukan dalam bentuk pawai dan karnaval kreatif, mulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) sampai Istana Negara, Jakarta.

Aksi damai ini melibatkan lebih dari tiga ribu orang yang terdiri dari berbagai komunitas yang tinggal di perkotaan, mahasiswa, masyarakat umum, serta masyarakat korban industri batubara dari berbagai daerah di Indonesia, seperti di Kalimantan Timur, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan. Masyarakat yang terpapar dampak negatif dari keberadaan PLTU Batubara di Pelabuhan Ratu – Sukabumi, Labuan, Indramayu, dan Cirebon juga turut dalam aksi tersebut. Tak ketinggalan pula ribuan perwakilan masyarakat Batang, yang telah hampir 5 tahun berjuang untuk menentang rencana pembangunan megaproyek PLTU Batubara di desa mereka.

Sebelum massa aksi bergerak ke Istana Negara, gabungan masyarakat korban pertambangan dan pembangkit listrik batubara dari berbagai daerah di seluruh Indonesia juga turut melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta. Aksi yang juga turut dihadiri oleh artis Melanie Soebono ini dilakukan karena pemerintah Jepang (melalui Japan Bank for International Cooperation, Japan International Cooperation Agency, dan perusahaan-perusahaan Jepang lainnya) merupakan salah satu pihak utama yang terlibat dalam mendanai ekspansi masif industri batu bara di Indonesia. Massa aksi mendesak agar pemerintah Jepang segera menghentikan investasi kotornya di negeri ini.

Seperti yang dilansir pada siaran pers Greenpeace Indonesia (11/05), Nur Hidayati selaku Direktur Eksekutif Nasional WALHI mengatakan, “Ini adalah saat yang tepat bagi pemerintah Indonesia untuk berhenti meracuni anak bangsa dengan pencemaran dari PLTU batubara dan dan menanam benih penyakit yang akan berdampak juga bagi generasi yang akan datang.”

Koordinator JATAM, Hendrik Siregar, menyatakan “Energi fosil terutama batubara, bukanlah pondasi yang kokoh sebagai upaya menjamin kedaulatan dan ketahanan energi. Tak tergantikan, terbatas dan sangat berbahaya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, bahkan ketersedian pasokannya akan mengganggu kestabilan ekonomi di kemudian hari. Energi terbarukanlah, masa depan kedaulatan dan ketahanan energi sejatinya.”

“Kesepakatan Paris tidak bisa hanya dalam kata-kata. Komitmen untuk menjaga suhu global meningkat dibawah 20C harus diikuti oleh aksi politik, dan ambisi yang lebih kuat atas janji yang sudah dibuat. Pemerintah perlu mengakhiri strategi energi berbasis batu bara dan beralih untuk membersihkan, energi terbarukan yang menjanjikan pembangunan ekonomi, pekerjaan dan lingkungan yang sehat bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Longgena Ginting, Kepala Greenpeace Indonesia. {Muchlas Dharmawan}


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *