Masyarakat Paloh Gelar Festival Pesisir 2015

 Masyarakat Paloh Gelar Festival Pesisir 2015

Masyarakat pesisir kecamatan paloh yang baberada di Kalimantan Barat (Gambar: kkp)


Medialingkungan.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bekerjasama dengan World Wild Fund (WWF) menginisiasi kegiatan Festival Pesisir Paloh (FESPA) 2015 dengan mengusung tema ‘menjaga penyu di batas negeri’.

Kegiatan yang nantinya digelar pada tanggal (28-30 Mei 2015) tersebut akan dipusatkan di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Seperti yang dilansir dalam situs resmi WWF Indonesia, bahwa rangkaian Festival ini dilaksanakan dalam rangka merayakan beberapa hari penting seperti hari Penyu sedunia yang jatuh pada tanggal 23 Mei, hari lingkungan hidup pada tanggal 5 Juni mendatang serta tentunya dalam rangka Musim Puncak Peneluran Penyu Paloh 2015.

Mengingat, kegiatan ini bertepatan dengan puncak masa peneluran penyu di kecamatan Paloh yang akan berlangsung hingga September mendatang. Dimana Kecamatan yang terletak di bagian utara Kabupaten Sambas ini merupakan pantai peneluran penyu terpanjang di Indonesia yakni 63 kilometer.

Sebelumnya, masyarakat Paloh telah melakukan pesta untuk merayakan puncak peneluran penyu tersebut yang dikenal dengan nama Festifal Lempar Telur Penyu. Namun karena populasi penyu yang kian berkurang, sehingga terhenti sejak sepuluh tahun lalu.

Olehnya itu, Fespa 2015 ini akan diselenggarakan tanpa melanggar norma konservasi, sekaligus mempromosikan potensi pariwisata pesisir. Tradisi dan budaya lokal serta upaya penyadartahuan masyarakat merupakan satu aspek yang akan ditekankan.

Kegiatan wisata seperti wisata bawah laut, pelepasan tukik, hingga wisata malam saat penyu sedang bertelur menjadi kegiatan yang disuguhkan kepada pengunjung. Selain kegiatan itu, acara ini pula akan dimeriahkan dengan kegiatan pentas budaya dan beberapa perlombaan hingga pemilihan duta penyu paloh 2015.

Selain untuk mempromosikan potensi pesisir Paloh, kegiatan ini diharapkan mampu memicu peningkatan peran Pemerintah, masyarakat pesisir, dan Instansi terkait untuk terlibat dalam kegiatan konservasi pesisir dan penyu laut, hingga pengawasan dan penegakan hukum pelestarian spesies penyu dan budidaya perikanan.

Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, Dwi Suprapti, Ketua Panitia Fespa 2015 mengungkapkan 21 lembaga baik pemerintah maupun swasta turut serta dalam Fespa 2015 ini. (Irlan)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *