Peneliti: Tanaman Punya Senjata Saat Terancam Oleh Ulat

 Peneliti: Tanaman Punya Senjata Saat Terancam Oleh Ulat

Ilustrasi (gambar:medialingkungan)


Medialingkungan.com – Penelitian Universitas Missouri, Amerika Serikat, menemukan bahwa tanaman sangggup melakukan gerakan defensif dalam merespon gerakan yang dianggap berbahaya.

Secara kasat mata, tanaman tampak pasrah saat ulat menggerogoti daunnyasatu per satu. Namun, sebuah penelitian terbaru membuktikan sebaliknya. Ketika ulat sedang menggerogotinya, tanaman tersebut akan melakukan pertahanan.

Heidi Appel, seorang peneliti senior Divisi Ilmu Tanaman di Universitas Missouri yang meneliti peristiwa defensifitas tanaman menyatakan, saat ulat memakan tiap sudut tanaman, maka getaran yang menandakan sinyal pertahanan berupa bahan kimia melalui hasil metabolisme tanaman — akan dikeluarkan untuk mengusir satwa tersebut.

“Kami menemukan bahwa getaran yang keluar saat tanaman dimakan akan memberi sinyal untuk memunculkan metabolisme sel pada tanaman. Tanaman akan mengeluarkan bahan kimia sebagai bentuk defensif untuk mengusir serangan ulat,” ungkap Appel, Kamis, 3 Juli 2014.

Dalam pengamatan tersebut, para peneliti menggunakan ulat yang ditempatkan pada tanaman berbunga kecil yang berhubungan dengan kubis dan mustar. Lalu, ditambah dengan alat laser serta sepotong bahan reflektif di daun. Bahan reflektif itu memiliki kemampuan mengukur pergerakan daun saat ulat mulai mengunyah daun.

Setelah itu, Appel memindahkan ulat ke daun yang lain, namun masih dalam tanaman yang sama. Dari situ, ditemukan bahwa tanaman yang sebelumnya terkena getaran makan dari ulat akan menghasilkan minyak mustar yang lebih banyak. Minyak mustar merupakan sebuah bahan kimia yang tidak menarik bagi mayoritas satwa sejenis ulat.

Dalam penelitian sebelumnya, ditemukan bahwa tanaman juga dapat mengindentifikasi energi musik. Profesor di Divisi Ilmu Biologi Universitas Missouri, Rex Cocroft, yang bekerjasama dengan Apple mengatakan, tanaman bisa membedakan getaran dari angin lembut atau musik.

“Tanaman tidak mengeluarkan pertahanan kimiawi saat ada gerakan akibat angin atau musik,” kata dia.

Untuk selanjutnya, Apple dan Cocroft akan meneliti lebih lanjut dan fokus pada getaran yang dirasakan tanaman. Penelitian ini dianggap akan lebih kompleks lagi karena menyangkut informasi tanaman yang menghasilkan respon protektif terhadap hama.

“Ulat bereaksi terhadap kimia ini dengan merangkak pergi sebagai bentuk pertahanan. Hal tersebut bisa dimanfaatkan dan berguna bagi pertanian ke depannya,” kata Apple.

Penelitian yang dilakukan oleh Heidi Apple dan Rex Cocroft ini sebagian dananya berasal dari National Science Foundation dan telah diumumkan dalam jurnal Oecologia. (AH)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *