Pentingnya Peran Aktivis Lingkungan pada Aspek Nasionalisme


Nama : Muhammad Irfan Hamka – SMAN 12 Makassar

Aktivis Lingkungan, begitu orang-orang menyebutnya sebagai orang atau kelompok yang peduli akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan kita. Pekerjaan berat ini memerlukan orang-orang yang memiliki pengabdian, kesungguhan, dan keunggulan. Kehadiran mereka sangat diperlukan demi mencegah berbagai permasalahan lingkungan yang dihadapi dunia saat ini, khususnya di  Indonesia. Dengan kesadaran yang mereka miliki, bukan tidak mungkin kelestarian alam di Indonesia yang berada di ambang kehancuran dapat dicegah.

Ironisnya, negara kita yang disebut-sebut sebagai ‘Surga Flora-Fauna’ tengah diterpa berbagai bencana yang tak ada henti-hentinya (katastrofe) sehingga upaya pelestarian alam dan lingkungan justru menjadi tantangan yang semakin merisaukan. Keterpurukannya mental, moral dan perilaku bangsa ini berdampak pada kehancuran lingkungan dan tingginya tingkat ‘bencana alam’ buatan manusia.

Memahami hal tersebut, kesadaran mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam begitu perlu disemaikan ke seluruh sel kehidupan bangsa, melihat kondisi ketidakseimbangan antara pengrusakan massa dengan perbaikan yang dilakukan setengah hati. Oleh karenanya, perlu dibangun dukungan sepenuh hati dari pemerintah, masyarakat, kalangan bisnis dan konstituen luas agar dapat membantu aktivis lingkungan dalam perannya sebagai salah satu elemen pemerhati bangsa.

Pelajar pun tak kalah pentingnya dalam upaya pencegahan dampak kerusakan lingkungan. Mereka yang berstatus satuan terdidik begitu mengerti tentang apa yang dapat mereka lakukan dengan semangat nasionalisme terhadap tanah tumpah darahnya. Beberapa dari mereka memiliki perannya sebagai aktivis lingkungan, subjek yang akan meningkatkan minimnya succes story program pemeliharaan alam dan lingkungan (konservasi) di skala regional maupun nasional. Konservasi sebagai mindset pengelolaan SDA dan lingkungan sebagai way of life yang mampu mewarnai seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara.

Berbagai upaya pun telah diterapkan pemerintah dengan melakukan kerjasama bersama masyarakat dan aktivis lingkungan, meskipun hasilnya belum begitu maksimal. Contoh segelintir kegiatan yang dilaksanakan demi menyukseskan program ‘Nasionalisme Lingkungan’ seperti rehabilitasi lahan, mencegah eksploitasi alam secara berlebihan, menabung air dengan membuat sejuta resapan, melakukan pengawasan (monitoring) serta sosialisasi pentingnya menjaga kelestarian alam. Contoh kecil yang dapat pulakita terapkan mulai saat ini yaitu membuang sampah sesuai klasifikasinya pada tempatnya, menggunakan air secukupnya. Dengan melakukan hal tersebut, secara tidak langsung kita mulai melakukan langkah kecil membantu dan menjaga kelestarian bumi pertiwi.

Satu langkah kecil hari ini, seribu langkah besar di masa mendatang.

Karenanya, kita harus memandang diperlukannya sebuah gerakan pembangunan jiwa dan semangat nasionalisme lingkungan, yaitu gerakan cinta tanah air yang termanifestasi terhadap upaya konservasi. Hal ini berkaitan erat dengan upaya pembangunan mental, moral dan komitmen yang sejatinya memberikan angin segar terhadap laju kegiatan pembenahan lingkungan. Gerakan konservasi, karena itu, adalah sebuah upaya pembangunan jiwa nasionalisme lingkungan!


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *