Seminar Kebijakan KLH Singgung Pelaku Usaha Untuk Ramah Lingkungan

 Seminar Kebijakan KLH Singgung Pelaku Usaha Untuk Ramah Lingkungan

Seminar Pengelolaan Lingkungan Kegiatan Usaha Skala Kecil Jakarta, 30 Mei 2014 (gambar:KLH)


Medialingkungan.com – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyelenggarakan Seminar Kebijakan Nasional Pengendalian  Pencemaran Lingkungan Kegiatan Usaha Skala Kecil (USK) dan Penanggulangan Dampak Perubahan  Iklim di Pekan Lingkungan Indonesia (PLI) Jakarta Convention Center (JCC) pada Jumat (30/05/2014).

Acara ini dibuka oleh Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan KLH, MR. Karliansyah sekaligus sebagai salah satu narasumber kegiatan ini. Beberapa pembicara lainya yang turut hadir antara lain, Deputi Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Braman Setyo, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kemenko Kesra, Sujana Royat DEA, serta perwakilan PT. Aqua.

Dalam Sambutannya, Karliasyah mengatakan, Kementerian Lingkungan Hidup sedang mengembangkan Kebijakan Nasional Pengendalian Pencemaran Lingkungan Untuk Usaha Skala Kecil yang dilengkapi dengan latar belakang penetapan kebijakan, strategi kebijakan, target penurunan beban, indikator keberhasilan, kelembagaan, peran para pemangku kepentingan, pemantauan dan evaluasi, serta instrumen yang diperlukan untuk mendorong pencapaian  target.

Dalam rilis KLH menyatakan, para pelaku Usaha Skala Menengah,  Micro  dan Kecil masih menganggap pengelolaan  lingkungan sebagai ‘beban’.

“Pengelolaan lingkungan seringkali dianggap ‘beban’ oleh para pelaku Usaha Skala Menengah, Micro dan Kecil sehingga tidak dikelola dengan baik. Padahal, kelompok USK berperan penting dalam pembangunan, dari sisi jumlah, peningkatan pendapatan dan penyediaan pekerjaan,” Ujar Karliasyah pada rilis resmi KLH.

Usaha Skala, Kecil,  Micro,  dan  Menengah, lanjut Karliasyah, memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Brutto (PDB) Nasional sebesar 37,81%,  usaha  menengah 15,79%, usaha  besar 46,40%  (Badan Pusat Statistik, 2007). Data tahun 2011, Usaha Skala Kecil, Micro, dan Menengah berkontribusi penyediaan pekerjaan +/- 96,2 juta atau sekitar 97,3  % dari seluruh tenaga kerja di Indonesia.

Pihak KLH mengatakan, terbatasnya pembinaan dan penggunaan teknologi terkini dari kalangan USK menimbulkan potensi besar terhadap dampak lingkungan dan kesehatan. Ia memberi contoh pada kasus pencemaran air, kontribusi usaha skala kecil pada tahun 2013 sebesar 2,3 Juta ton dan 0,96 juta ton metan atau setara dengan 24  juta ton CO2 dari kegiatan Tapioka, Tahu,  Batik dan Ternak. 

Permasalahan tersebut tak ayal menyebabkan konflik sosial masyarakat karena pencemaran lingkungan, ketersediaan air bersih dan sanitasi,  serta pelarangan  atau pembatasan produk-produk USK oleh negara pengimpor.

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan menyebutkan bahwa usaha skala kecil dan mikro tidak termasuk wajib untuk melakukan penyusunan Amdal dan UKL/UPL. Namun, wajib menyusun Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (SPPL).

Kendati demikian, pada Permenlh 01 Tahun 2010 tentang Tatalaksana Pengendalian Pencemaran Air, terdapat mandat kepada Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota untuk memberikan pembinaan kepada Usaha Skala Kecil.

Menurut Karliasyah, dalam mewujudkan USK ramah lingkungan, kreatif dan inovatif, serta aman dan berkelanjutan, perlu harmonisasi pengaturan instrumen ekonomi, legalitas, teknis, pembinaan dan penyediaan fasilitas atau sarana pengelolaan lingkungan.

Sejalan dengan upaya peningkatan ekonomi berwawasan lingkungan (Green Economic), upaya ini dinilai efektif untuk mengurangi beban pencemaran, efisiensi penggunaan sumberdaya serta mendukung upaya penurunan GRK dan penyediaan energi terbarukan.

Acara ini dimaksudkan sebagai wadah pertukaran informasi antara pembuat kebijakan dan para pelaku USK serta pemangku kepentingan. Informasi yang bergulir akan dijadikan referensi untuk menyusun rencana strategis dalam pengelolaan lingkungan hidup. (MFA)

Sumber: kementrian lingkungan hidup Indonesia


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *