WWF Sambut Baik Aturan Pelarangan Alat Tangkap Ikan Jenis Trawls

 WWF Sambut Baik Aturan Pelarangan Alat Tangkap Ikan Jenis Trawls

Ilustrasi Alat Tangkap Ikan Trawls (Gambar: Istimewa)


Medialinkungan.com – World Wide Fund (WWF) Indonesia menyambut baik Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Nomor 2 Tahun 2015 tentang pelarangan penggunaan alat tangkap trawls (pukat).

Abdullah Habibi, Manajer Perbaikan Perikanan Tangkap dan Budidaya, WWF Indonesia, sebagaimana yang dikutip dalam wwf.or.id mengungkapkan penerbitan peraturan ini merupakan langkah yang tepat.

Menurutnya, alat tangkap sejenis trawls ini berkontribusi besar terhadap rusaknya habitat laut, pemborosan sumber daya laut, mempengaruhi siklus hidup biota laut, dan mengancam populasi biota kunci yang menjaga keseimbangan alam, seperti penyu dan hiu.

“Tantangan terbesar saat ini adalah menghentikan laju kerusakan ekosistem dan degradasi sumber daya perikanan yang sudah mencapai status tangkap lebih yang antara lain diakibatkan oleh produktivitas penggunaan trawls,” ucapnya.

Berdasarkan hasil kajian WWF Indonesia sendiri menunjukkan persentase udang dan ikan sebagai target tangkapan trawls berkisar antara 18-40% dari total komposisi tangkapan, sementara sisanya adalah tangkapan sampingan (bycatch) yang tidak bernilai ekonomis tinggi dan akan dibuang (discarded).

Pihak WWF menuturkan bahwa pada 1980, Indonesia telah menjadi salah satu negara di dunia yang mendorong pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan dibuktikan dengan Penerbitan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 39 Tahun 1980 Tentang Penghapusan Jaring Trawls (Pukat Harimau) di Perairan Jawa, Sumatera dan Bali.

Namun minimnya pengawasan terhadap aturan tersebut serta perkembangan pesat alat penangkapan ikan jenis trawls ini dalam dua dekade terakhir membuat alat penangkapan ikan jenis trawls masih merajalela di perairan Indonesia.

Lebih lanjut, WWF menyarankan upaya pendekatan yang strategis dan implementatif kepada seluruh pemangku kepentingan untuk memulihkan kembali daya dukung perikanan. 

Selain itu, melalui situs resminya, WWF menjelaskan perlunya peningkatkan pengelolaan sektor perikanan harus dibangun berbasis ekosistem dengan memperkuat  tata kelola perikanan yang efektif, serta pengembangan kapasitas dan mengayomi nelayan juga sangat dibutuhkan agar produk perikanan yang dihasilkan memiliki daya saing dan nilai tambah. (Ir)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *