Santander Hentikan Kerjasama dengan APRIL Karena Dianggap Gunduli Hutan

 Santander Hentikan Kerjasama dengan APRIL Karena Dianggap Gunduli Hutan

Salah satu gambar kampanye Greenpeace yang mendukung pemutusan kerjasama antara Bank Santander dan APRIL (Gambar: Greenpeace)


Medialingkungan.com – Bank multinasional, Santander, memutuskan penghentian pembiayaan kepada perusahaan kertas dan bubur kertas Asia Pacific Resources International Ltd (APRIL) sehubungan dengan kegiatannya yang dinilai telah merusak hutan hujan di Indonesia.

Sebelumnya, Greenpeace dan beberapa organisasi lingkungan lainnya melakukan kampanye untuk mendorong keluarnya keputusan tersebut. Greenpeace mengkampanyekan beberapa hal terkait pengrusakan yang dilakukan oleh pihak APRIL. Perusahaan kertas tersebut dinilai melanggar aturan terkait kebijakan kehutanan.

Berdasarkan siaran pers Greenpeace yang diterima medialingkungan.com melalui surel, APRIL adalah salah satu penyebab utama deforestasi di Indonesia yang menggunduli hutan hujan untuk dijadikan kebun kayu akasia. APRIL juga dianggap membuka kran konflik masyarakat lokal, serta gagal melindungi hutan dalam kebijakan perusahaannya.

Bank Santander, yang memiliki 100 juta nasabah di seluruh dunia ini mengeluarkan pernyataan resmi pasca menerima ribuan pernyataan kekecewaan dari para nasabahnya.

Berdasarkan analisa internal, Banco Santander telah memutuskan untuk tidak memperbaharui pembiayaan kepada APRIL dan tidak akan memperpanjang rencana pembiayaan lebih lanjut pada tahap ini. Pembiayaan pada masa mendatang pun akan bergantung pada langkah-langkah keberlanjutan yang diambil APRIL guna menjawab keterlibatan perusahaan terhadap deforestasi.” Demikian pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Sanatnder.

Pihak Greenpeace dan Santander akan melakukan pertemuan di London untuk mendiskusikan detil dari komitmen Satander tersebut.

Zulfahmi, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia mengatakan, pihaknya sangat sangat gembira mendengar Santander telah bergabung dengan banyak perusahaan lain untuk melawan kegiatan deforestasi yang dilakukan APRIL.

“Banyak pembeli kertas skala besar juga telah membatalkan kontrak dikarenakan alasan yang sama. Pernyataan pihak Santander memberikan pesan yang jelas bahwa deforestasi yang dilakukan APRIL tidak dapat diterima. Pernyataan tersebut juga mendesak bank lain yang terlibat pembiayaan dengan APRIL seperti Credit Suisse dan ABN Amro untuk segera mengambil komitmen yang sama,” ujar Zulfahmi.

Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia lainnya, Yuyun Indradi menambahkan bahwa bank-bank di Indonesia perlu mengetatkan aturan pembiayaan agar likuiditas tidak berakhir pada tindakan perusakan hutan. “Partisipasi publik untuk berkampanye terhadap Santander membuktikan bahwa masyarakat mendukung pemerintah Indonesia untuk mengakhiri deforestasi,” sambung Yuyun.

“Greenpeace mendukung kesepakatan baru antara Otoritas Jasa Keuangan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait pembiayaan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup. Akan tetapi proses keselarasan kebijakan keuangan dan lingkungan hidup akan perlu waktu, sementara hutan Indonesia sedang terancam. Makanya menjadi sangat penting untuk presiden Jokowi memperpanjang dan memperkuat moratorium hutan sebelum berakhir pada bulan Mei mendatang,” tutupnya. (MFA)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *