Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Save Burung Kakaktua Jambul Kuning
Burung kakatua yang dimasukkan ke dalam botol di Surabaya, Jawa Timur (Gambar: mongabay)
Medialingkungan.com – Terungkapnya kasus penyelundupan kakaktua jambul kuning di Surabaya, Jawa Timur membuat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya menjadi prihatin dan akan menyerukan penyelamatan terhadap hewan langka yang ada di Indonesia.
Menurut Siti Nurbaya, Save Jacob Jambul Kuning nama panggilan burung kakaktua jambul kuning yang sebagian orang memanggilnya dengan sebutan itu di Maluku Tenggara. Tiga posko yang mesti disiapkan dalam pencegahan penyelundupan hewan langka diantarannya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Kantor Mandala Wanabakti, dan Kantor Rehabilitasi Tegal Alur, katanya.
“Saya baru dilaporkan beberapa warga akan menyerahkan. Dengan respons masyarakat yang seperti itu saya kira memang pemerintah harus merespon niat baik dari masyarakat. Makanya kita aktifkan tiga posko itu untuk menerima kakak tua jambul kuning,” ucap Siti seperti yang dilansir Kompas.com, Sabtu (09/05).
Burung-burung yang sementara diperiksa oleh dokter hewan selanjutnya akan direhabilitasi, setelah rehabilitasi selesai maka burung-burung itu kemudian dikembalikan ke habitatnya, tuturnya.
Sebelumnya, polisi menggagalkan penyelundupan 24 ekor kakaktua jambul kuning yang melewati bea cukai di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, kakaktua yang dijual dengan harga kurang lebih Rp 13 juta itu ditemukan dalam botol minuman mineral plastik, ujarnya.
Wanita Ketua DPP Partai Nasdem ini mengatakan, kakaktua jambul kuning terdaftar sebagai spesies terancam punah oleh Persatuan Internasional untuk KSDA pada tahun 2007. Populasinya sudah terbilang rendah, mungkin sekitar kurang dari 7.000 individu burung kakaktua tua jambul Kuning yang saat ini masih tersisa. (Angga Pratama)