Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Lingkungan Sekitar Tol Becakayu Rusak, Masyarakat Hanya Bisa Pasrah
Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) (Gambar: Antara)
Medialingkungan.com – Proyek infrastruktur jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang tengah digenjot untuk selesai menuai kritik dari masyarakat, khususnya masyarakat yang bermukim di sekitarnya.
Proyek yang digadang-gadang sebagai pendukung pemerintah dalam program percepatan pembangunan infrastruktur 2015-2019 ini memberikan dampak negatif pada lingkungan. Dalam proses pembangunannya, pohon-pohon yang berada di sekitar wilayah pembangunan diratakan dengan tanah.
Selain itu, tol bernilai proyek hingga Rp313,78 triliun ini menganggu kesehatan masyarakat akibat debu yang ditimbulkan dari aktivitas proyek.
Pantauan Metrotvnews.com, untuk memasang tiang penyangga jalan tol, pepohonan yang tadinya berdiri di pinggir jalan Inspeksi Kalimalang, ditebang. Salah satu titik yang mengorbankan banyak pohon adalah di Pasar Sumber Artha, Kalimalang. Pepohonan rindang yang biasa membuat teduh kini hilang.
“Sudah lama keadaan seperti ini — pepohonan ditebang. Padahal dulu Kalimalang jalannya paling teduh, sekarang panas banget, debunya juga sangat mengganggu,” kata Toto, sopir Mikroler 26 jurusan Bekasi-Kampung Melayu kepada Metrotvnews.com, Rabu (29/07).
Musim kemarau seperti saat ini membuat angin yang bertiup menerbangkan debu di sekitar tol. Sejauh ini masyarakat hanya bisa mengeluhkan kondisinya.
Hal ini diungkapkan Dinda, seorang ibu rumah tangga yang mengeluhkan semburan debu yang dihasilkan alat-alat berat yang beroperasi hampir 24 jam. “Sekarang ini panas banget lewat sini, apalagi pas siang-siang. Debunya juga sangat menganggu,” keluhnya. (Fahrum Ahmad)