Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Kekeringan Melanda, Pasokan Air Menurun
Ilustrasi (Gambar: tmpo)
Medialingkungan.com – Kekeringan kini terasa di Indonesia yang terus berulang tiap tahun. Namun, tingkat kekritisannya berbeda-beda di setiap wilayah. Masalah tersebut, tampaknya, belum menjadi prioritas pemerintah atau focus kedepannya. Hal itu terlihat dari revitalisasi lahan dan daerah aliran sungai yang belum tertangani dengan baik.
Musim kemarau tahun ini cukup panjang. Akibatnya, terjadi kekeringan di berbagai daerah. Banyak permasalahan lingkungan yang tidak pernah diselesaikan dengan tuntas. Misalnya, rehabilitasi daerah aliran sungai, minimnya ruang terbuka hijau (RTH), serta lahan kritis yang terus bertambah setiap tahun.
Dilanda kekeringan debit air di sejumlah ibu Kota mengalami penurunan. Tapi, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama tak cemas, pasokan air di Ibu Kota masih aman. Dia menambahkan, kami sudah menyiapkan jurus khusus apabila Jakarta benar-benar krisis air.
“Selama ini DKI masih oke airnya. Tapi kotornya saja. Malah kalau kemarau gini di Ciliwung lebih bening, asal enggak ada yang buang sampah sembarangan,” ujar Gubernur DKI Jakarta yang biasa disapa Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, seperti yang dikabarkan metro tv, Kamis (30/07).
Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian melakukan sejumlah usaha untuk mengantisipasi isu kekeringan. Usaha tersebut diakui dalam bentuk dana maupun koordinasi antarkementerian dan lembaga.
“Kita sudah siapkan anggaran Rp800 miliar tahun ini. Tinggal disetujui teman-teman DPR,” kata Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Hasil Sembiring.
Sementara dari segi koordinasi, kementerian yang terlibat dalam penanganan kekeringan adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Bulog. Tak hanya koordinasi, pihaknya akan melakukan pendekatan dengan masyarakat sekitar.
“Saya kira tetap saja masyarakat lebih dulu mengembangkan lokal wisdom, itu tetap perlu dipertahankan,” ucap Sembiring. (Angga Pratama)