16 Orangutan Terjangkit ISPA Akibat Kabut Asap

 16 Orangutan Terjangkit ISPA Akibat Kabut Asap

Aktivitas orangutan di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Kalimatan Tengahsangat sangat terbatas akibat kabut asap dampak kebakaran hutan. (Gambar: Rappler)


Medialingkungan.com – Hampir setiap pagi, kawanan Orangutan yang berada di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah dibiarkan keluar dari kandang untuk menjaga perilaku adaptifnya merespon dunia luar dan belajar proses bertahan hidup di alam secara mandiri.

Kebiasaan setiap pagi itu saat ini menjadi berbeda. Kabut asap yang telah menjadi tirai di sepanjang pagi hingga malam menyebabkan terbatasnya aktivitas Orangutan melakukan kebiasaan-kebiasaan itu.

Biasanya, selepas keluar kandang, Orangutan bergelantungan di pohon. Bagi Orangutan dewasa tampak tidak mengalami kesulitan sedikitpun melakukannya, Namun berbeda dengan bayi Orangutan yang perlahan-lahan tampak merasakan dampak dari kabut asap.

“Karena dalam dua minggu terakhir ini kabut asap sangat tebal, enam belas bayi Orangutan terkena ISPA (infeksi saluran pernapasan atas). Itu menandakan bahwa bayi Orangutan sangat rentan sekali terhadap perubahan-perubahan cuaca atau kabut asap yang terjadi kali ini sangat berpengaruh besar pada makhluk tersebut,” kata Denny Kurniawan, program manajer Borneo Orangutan Survival (BOS), seperti dikutip dari BBC, Sabtu (10/10).

Ia menambahkan, saat ini para bayi orang utan terpaksa hanya berkutit dalam ruangan. Dan karena tempatnya terbatas, mereka hanya berguling-guling di lantai saja.

Jika situasi tak kunjung membaik, ia khawatir, akan berdampak buruk pada psikologi Orangutan — dalam waktu dekat.

“Saya sangat khawatir apabila kondisi ini terus berlangsung akan banyak sekali Orangutan yang ada di tempat kami itu sakit, atau bahkan tidak menutup kemungkinan ada berapa orangutan yang dapat mati,” tutur Denny.

Sementara itu, pada Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja, di Kalimatan Timur, para stafnya mengevakuasi 200 Orangutan karena kebakaran hutan yang terjadi sangat dekat dengan wilayah mereka. Berdasarkan hitungannya, terdapat sekitar 700 Orangutan yang berada di margasatwa Kalimantan.

Selain orangutan, di tempat yang juga merupakan milik BOS itu terdapat kawanan beruang yang juga memerlukan perlindungan. {Fahrum Ahmad}


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *