Kurangi Dampak Asap, LPBI NU Insisasi Pembentukan Pesantren Bebas Asap

 Kurangi Dampak Asap, LPBI NU Insisasi Pembentukan Pesantren Bebas Asap

Beberapa santri Pondok Pesantren Sabilul Hasanah (Gambar: LPBI NU)


Medialingkungan.com – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) melakukan inisiasi pendirian “Pesantren Bebas Asap” di Pondok Pesantren Sabilul Hasanah yang berlokasi di Jalan Raya  Palembang, Jambi, KM  24  Desa  Purwosari,  Kecamatan  Sembawa , Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan pada Kamis (29/10).

Berdasarkan siaran pers yang diterima Medialingkungan.com dikatakan aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari hasil assessment LPBI NU di Sumatera Selatan. Lebih dari 1.500 santri dan warga sekitar pesantren dibekali dengan masker untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan kabut asap.

Dalam aksi kemanusiaan itu, LPBI NU menyulap salah satu ruangan di PP Sabilul Hasanah menjadi ruang bebas asap yang dapat digunakan santri dan masyarakat sekitar untuk menghirup udara segara beberapa saat sebelum atau sesudah mereka melakukan aktifitas rutinnya.

Di dalam ruangan tertutup tersebut, terdapat fasilitas AC, purifier (penjernih) udara dan disediakan tabung oksigen dan tempat istirahat. Kegiatan ini akan dilaksanakan atau berlangsung hingga kualitas udara di daerah tersebut dinyatakan aman.

Perwakilan PP LPBI NU, Yulistianto mengatakan, kabut asap yang melanda Sumatera Selatan dan sekitarnya dalam waktu yang lama menyebabkan kesehatan masyarakat terganggu karena kualitas udara sangat menurun.

Yulistanto menganggap, saat ini, masyarakat — terutama anak-anak — sangat membutuhkan tempat yang bebas asap untuk mendapatkan udara segar. Oleh karena itu, bantuan dari PP LPBI NU ini diharapkan dapat mengurangi dampak yang dapat ditimbulkan oleh kabut asap.

Sementara itu, salah satu pengurus PP Sabilul Hasanah, Ustadz Edi Santoso mengapresiasi dan berterima kasih kepada PP LPBI NU yang telah mempercayakan kepada pesantren Sabilul Hasanah dalam mengurangi dampak kabut asap bagi santri dan masyarakat.

Menurutnya, bantuan masker, tabung oksigen, dan ruang bebas asap ini sangat bermanfaat bagi santri dan masyarakat sekitar yang setiap hari melakukan aktivitas di tengah kepungan asap.

Ketua PP LPBI NU M. Ali Yusuf kembali mengajak kepada Pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan seluruh pihak untuk terus secara bersama-sama merumuskan solusi dan memulai langkah atau aksi untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ali menambahkan, sudah ada banyak usulan dan masukan dari banyak pihak terkait solusi karhutla ini, namun yang paling awal yang harus dilakukan oleh semua pihak adalah merubah pola fikir pasif dan reaktif menjadi proaktif dan progresif dengan cara menjadikan pengurangan risiko bencana sebagai cara pandang atau paradigma dalam penanggulangan bencana. {Fahrum Ahmad}


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *