Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Budayakan Transparansi Pengelolaan Industri, Emil Salim: Jangan Main Gelap-Gelap
Prof Emil Salim, Mantan Menteri Lingkungan Hidup di Era Presiden Soeharto (Gambar: istimewa)
Medialingkungan.com – Mantan Menteri Lingkungan Hidup, Prof Emil Salim mengimabu kepada seluruh perusahaan yang melakukan kegiatan ekstraktif industri agar membuka informasi kegiatnnya ke publik. Hal ini menurut Emil merupakan upaya untuk mewujudkan pembangunan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Untuk itu, Emil katakan, diperlukan adanya transparansi dari seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan. “Transparansi adalah kunci melawan korupsi di dalam ekstraktif industri,” ungkapnya saat menjadi keynote speaker dalam acara Konferensi Tata Kelola Sumber Daya Ekstraktif 2015 bertajuk “Menata Sumber Daya Ekstraktif untuk Pembangunan Berkelanjutan”, yang digelar lembaga swadaya masyarakat Publish What You Pay di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (17/11).
Tokoh senior ini mengungkapkan, transparansi kegiatan, seperti kontrak Freeport dan Pertamina harus terbuka. “Jadi jangan dilakukan gelap-gelap. Ini kan kasak-kusuk di kamar yang gelap,” katanya.
Ia menambahkan, di era ini, akan banyak tantangan yang dihadapi sektor industri ekstraktif, khususnya desentralisasi pertambangan yang meningkatkan peluang praktik korupsi serta tidak adanya transparansi dari pihak pengelola. “Perlu budaya transparansi SDA ekstraktif agar tidak tumbuh mafia-mafia sumber daya,” ujar Emil Salim.
Tantangan lain menurut Emil adalah tata kelola migas dan tambang yang mesti direformasi untuk kemajuan bangsa. Ia berharap agar pemerintah membentuk pimpinan koordinasi yang kuat dari pusat hingga daerah dengan tanggung jawab yang jelas dan detail dalam mengembangkan industri ekstraktif.
“Untuk itu, perlu kerja sama sektor ekstraktif dengan instansi lain yang akan menunjang pembangunan sumber daya yang berkelanjutan,” jelasnya. {Fahrum Ahmad}