“Hotspot” di Pulau Sumatera Meningkat Menjadi 40 Titik

 “Hotspot” di Pulau Sumatera Meningkat Menjadi 40 Titik

sebanyak 40 Titik panas yang di temukan berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di sumatera(gambar:istimewa)


Medialingkungan.com – Kemunculan 40 titik panas (hotspot) di daratan Pulau Sumatera dan 20 titik api yang berada di Provinsi Riau berhasil dideteksi Satelit Terra dan Aqua milik NASA, Sabtu (19/04/2014).

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau yang diterima kemarin, Jumat (18/04/2014), jumlah tersebut mengalami peningkatan titik api setelah sebelumnya hanya berjumlah tidak lebih dari 10 titik.

Kepala BPBD Riau, Saiq Saqlul Amri mengatakan, peningkatan jumlah titik panas tersebut disebabkan Riau kembali dilanda minim hujan sejak beberapa hari terakhir. Khusus “hotspot” di Riau, dilaporkan tersebar di delapan wilayah kabupaten/kota, terbanyak berada di Kota Dumai yakni mencapai lima titik.

Tiga diantaranya terdeteksi satelit berada di Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, dan satu di Basilam Baru, Kecamatan Sungai Sembilan, dan satu lagi berada di Kelurahan Gurun Panjang, Kecamatan Bukit Kapur.

Selanjutnya, Kabupaten Bengkalis terdeteksi memiliki empat titik panas, masing-masing berlokasi di Kecamatan Rupat, Bukit Batu dan Siak Kecil. Selanjutnya di Kabupaten Rokan Hilir terekam ada tiga titik panas, mulai dari Kecamatan Kubu sebanyak dua titik dan di Rimba Melintang satu titik.

Sementara di Pelalawan, Siak dan Rokan Hulu, masing-masing terdeteksi dua titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan. Untuk Kabupaten Kampar dan Kuantan Singingi, hanya ada satu yang berlokasi di Kecamatan Tabung dan Singingi Hilir.

Sebelumnya, Satelit NOAA 18 milik Amerika Serikat pada Kamis (17/04/2014) hanya mendeteksi tujuh titik panas di Sumatera dan di Riau hanya ada dua titik. Hotspot tersebut diklaim kuat merupakan peristiwa kebakaran hutan atau lahan. (MFA)

 


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *