Imhoff Tank, Teknologi Pengurai Limbah yang Terlupakan

 Imhoff Tank, Teknologi Pengurai Limbah yang Terlupakan

salah satu imhof tank yang terdapat di Honduras dulunya terdapat banyak di Indonesia pada zaman penjajahan Belanda


Medialingkungan.com – Pada masa penjajahan Hindia-Belanda, tepatnya 98 tahun, Belanda membuat sebuah pabrik pengolahan limbah rumah tangga yang disebut Imhoff tank atau oleh warga sekitar disebut pabrik mes. Kata ‘mes’ berasal dari bahasa Belanda yaitu Mest yang artinya pupuk. Pabrik ini dibangun di daerah Tegalega, bagian selatan kota Bandung. Pabrik ini mempunyai cara kerja seperti septic tank. Limbah domestik (limbah rumah tangga) akan masuk kedalam saluran penampungan Imhoff tank, kemudian hasil tampungan kotoran tersebut akan menghasilkan gas metan. Gas metan hasil pembusukan sampah tersebut kemudian dikompress kedalam sebuah tangki besi yang berdaya tampung 40 liter dengan tekanan 1 atmosfer.

Berdasarkan data yang dikutip dari kepala BPLDH JABAR, Anang Sudarma bahwa pencemaran sungai Citarum di Bandung salah satunya disebabkan oleh limbah rumah tangga yaitu sekitar 35 persen atau kedua terbanyak setelah limbah industri.  Angka ini menunjukkan kisaran limbah yang diproduksi masih sangat besar dan menjadikan kawasan tersebut sebagai yang 10 kawasan terjorok di dunia. Penggunaan Imhoff tank pada masa kini mampu turunkan produksi sampah di wilayah tersebut.

Bahkan lebih dari itu, limbah rumah tangga hasil endapan dari pabrik ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Masyarakat sekitar Lembang, Cisarua, Pengalengan dan Ciwidey tempat berdirinya pabrik ini dahulu memanfaatkan pupuk tersebut untuk tanah pertanian serta kebun-kebun bunga mereka. (UT)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *