Industri HHBK Indonesia sebagai Industri Strategis

 Industri HHBK Indonesia sebagai Industri Strategis

salah satu industri keci rotan di pulau jawa (gambar:istimewa)


Medialingkungan.com – Potensi hasil hutan Indonesia yang sangat besar, mulai dari hasil hutan kayu hingga hasil hutan bukan kayu (HHBK). Dalam industri HHBK, Indonesia memiliki peluang menjadi produsen mebel dan kerajinan terbesar di kawasan regional saat ini, dan khusus untuk produk berbasis rotan, Indonesia dapat menjadi yang terbesar di dunia.

Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) meyakini, Indonesia saat ini memiliki keunggulan komparatif berupa: ketersediaan bahan baku hasil hutan yang memadai, sumber daya manusia yang besar dan iklim pertumbuhan investasi yang menjanjikan. 

Melalui rilis resminya, AMKRI menargetkan terjadi pertumbuhan ekspor nasional dalam 5 tahun kedepan sebesar 5 milyar USD atau pertumbuhan di atas 20 persen rata-rata pertahun.

AMKRI juga mencatat, nilai ekspor mebel dan kerajinan Indonesia tahun 2013 menempati posisi ke-13 dunia dengan nilai 1,8 miliar dolar AS untuk mebel dan mencapai 800 juta dolar AS untuk produk kerajinan.

Angka-angka tersebut sangat tidak berbanding lurus, mengingat Indonesia menyandang gelar sebagai penghasil bahan baku rotan no.1 di dunia. Bahan baku yang melimpah, tenaga kerja terampil juga tidak kurang, desain kita juga tidak kalah.

Kementerian Perdagangan memperkirakan hampir setiap tahun sekitar 85% bahan baku rotan yang diserap oleh industri rotan di berbagai belahan dunia berasal dari Indonesia. Dari jumlah itu, 90% rotan dihasilkan dari hutan tropis di pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Komoditi rotan merupakan bahan baku industri yang tergolong materi ramah lingkungan, sehingga produk hasil industri olahan rotan secara langsung juga merupakan produk yang ramah lingkungan atau green product.

Industri mebel dan kerajinan adalah industri yang strategis. Industri ini adalah bantalan ekonomi Indonesia. Karena itu, AMKRI meyakini apabila sektor industri ini cukup mendapat perhatian dari semua pihak terutama dari pemerintah sebagai regulator yang paling berkompeten, industri ini akan tumbuh sehat dan sangat berarti untuk penyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar selain sebagai penghasil devisa negara yang dapat diandalkan.

Senada dengan pernyataan Kemendag, Wakil Menteri Perindustrian, Alex Retraubun mengklaim bahwa Pihaknya akan meningkatkan rotan sebagai bahan baku industri. Pasalnya, nilai tambah rotan mengalami peningkatan dalam industri hilir berbasis agro. (MFA)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *