Seorang Pemuda Temukan Mesin Pembersih Sampah Plastik di Laut

 Seorang Pemuda Temukan Mesin Pembersih Sampah Plastik di Laut

Boyan Slat, penemu mesin pembersih sampah plastik di laut. Foto: The Ocean Cleanup (gambar:dok)


Medialingkungan.com – Sekitar 10-20 juta ton plastik memasuki lautan setiap tahunnya.Berdasarkan perhitungan terakhir, terdapat sekitar 80 persen sampah yang berasal dari laut dan pantai.Sampah plastik merupakan limbah yang mendominasi dan sangat berbahaya. Samprah-sampah ini berpotensi membahayakan ikan dan satwa laut lainnya.

Boyan Slat, seorang remaja berusia 19 tahun pendiri organisasi bernama yang berfokus pada kebersihan laut dan pantai — The Ocean Cleanup. Organisasi ini baru saja merilis sebuah laporan berdasarkan hasil riset selama setahun terakhir, yang mengungkap sebuah metode yang sangat cocok digunakan untuk membersihkan wilayah laut.

Melalui simulasi komputer, diperkirakan hanya dalam waktu 10 tahun, mereka dapat membersihkan sampah plastik di perairan Pasifik sekitar 50 persen.

Metode ini memanfaatkan arus alami laut dan angin yang secara pasif menggiring sampah ke lokasi penampungan. Sebuah pembatas terapung kemudian digunakan untuk menangkap dan mengumpulkan sampah yang ada di lautan, namun menghindarkan satwa liar terjerat atau tertangkap secara tidak sengaja.

Melalui tes pertama yang dilakukan di Kepulauan Azores, terbukti cara kerja ini berhasil. Setelah semua plastik yang tertangkap dipindahkan dengan mesin, berdasarkan laporan itu, plastik tersebut bisa dikonversi menjadi material lain atau minyak.

Sayangnya, proyek pembersihan ini tidak semurah yang dibayangkan, diperkirakan biayanya mencapai 43 juta dollar per tahun. Biayanya mungkin mahal tapi Boyan mengatakan, biaya ini sebetulnya 33 kali lebih murah dibanding metode pembersihan biasa.

Untuk menekan biaya, The Ocean Cleanup berkolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk perusahaan swasta, untuk penelitian dasar. Agar dapat mengimplementasikan tahap berikutnya dari proyek ini, Ia melakukan penggalangan dana untuk mengumpulkan 2 juta dolla untuk mengujicoba secara teknis dalam skala yang besar. (TAN)

Sumber: iflscience.com


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *