Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Mangrove di Sungai Somber, Balikpapan Akan Diusut
Perusakan Hutan Mangrove Mulai Diusut (gambar:istimewa)
Medialingkungan.com – Kerusakan mangrove yang terjadi di tepian pesisir sepanjang 500 meter di sungai somber, Balikpapan Utara akan segera mendapat penangan khusus dari pemerintah setempat.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Balikpapan, I Ketut Astana, berjanji untuk segera penelusuran kerusakan hutan mangrove tersebut.
“Kerusakan hutan mangrove itu tentu kerugian bagi kita,” katanya.
Dari hasil pengamatan di Sungai Somber, pohon-pohon bakau di selatan pipa air milik Pertamina yang melintang di atas sungai itu rusak karena menjadi sandaran tongkang-tongkang kosong.
“mangrove jadi rusak karena sisi tongkang yang di tepi hutan menghantam pohon-pohon itu, terutama saat ada ombak dan pasang surut,” tutur Agus, aktivis lingkungan hidup pengelola Mangrove Center.
Tongkang-tongkang itu panjangnya kurang-lebih 100 meter dan lebar 10 meter. Tinggi bagian yang ada di permukaan air tidak kurang dari 6 meter. Dengan wujud seperti itu, tongkang-tongkang itu ditambatkan di sisi hutan mangrove.
Karena hantaman badan tongkang, anakan pohon bakau, juga bakau-bakau dewasa banyak yang tergilas atau patah.
“Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena berada di luar wilayah Mangrove Center,” kata Agus Bei.
Agus menambahkan bahwa kerugian yang ditimbulkan oleh kerusakan itu, jika analisis dari sisi ekonomi bisa mencapai miliyaran rupiah dan belum termasuk fungsi ekologis mangrove yang tak terhitung nilainya . (MFA)