Recycle Sampah Elektronik, Jaminan Kehidupan di Kenya

 Recycle Sampah Elektronik, Jaminan Kehidupan di Kenya

Seorang anak tengah mengambil bagian penting dari alat-alat elektronik yang di buang di tempat ini (Gambar: Kai loffelbein/laif)


Medialingkungan.com – Bagi masyarakat yang tinggal di Republik Kenya mendaur ulang sampah elektronik merupakan salah satu profesi yang dapat menguntungkan. Baginya, hal tersebut menjadi semakin penting dalam perekonomian negaranya.

Meskipun melalui proses yang tidak mudah, Kenya akan mengeluarkan UU baru yang mengatur tentang pembiayaan bagi produsen peralatan elektronik seperti seperti Microsoft, Nokia dan Hewlett-Packard. Daur ulang dilakukan melalui perusahaan pemerintah, East African Compliant Recycling.

Di negara ini, setiap bulan akan dipenuhi tumpukan sampah elektronik yang akan didaur ulang di instalasi pendauran milik negara yang letaknya tak jauh dari Nairobi, ibu kota Republik Kenya. Diperkirakan tumpukan sampah elektronik tersebut mencapai 50- 60 ton tiap bulan.

Manajer pengembangan bisnisnya, Vicky Onderi menjelaskan, “Misalnya tabung fosfor, yang mengandung air raksa, kami akan mengeluarkan dana untuk menangani air raksa karena dampaknya yang negatif. Dalam hal inilah peraturan diterapkan. Produsen barang-barang itu harus membayar, agar kami mendapat uang untuk membersihkannya dari lingkungan hidup”.

Selama ini zat berbahaya seperti timah hitam dibuang atau dibakar, sehingga berpotensi besar merusak lingkungan. Undang-undang baru kini mewajibkan mereka untuk menyerahkan sisa sampah elektronik kepada instalasi daur ulang milik negara.

Pekerjaan mendaur ulang sampah tak lagi menjadi alternative masyarakat di Kenya. Ia bisa membberi nafkah keluarganya dari hasil pendauran tersebut.

Tak hanya itu, salah satu pekerja bernama Joyce Nyawira mengatakan pekerjaan itu maknanya jauh lebih besar daripada sekedar pendapatannya. “Di lingkungan ini, saya bisa bilang, kami telah melakukan sesuatu yang baik. Karena lingkungan bersih, lebih bersih daripada tahun lalu. Jadi sekarang bagus.” (MFA)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *