Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Lore Lindu Tampung 265 Jenis Burung
Burung elang Sulawesi yang mulai masuk dalam ambang kepunahan masih bertahan di Taman Nasional Lore Lindu
Medialingkungan.com – Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) memiliki berbagai tipe ekosistem yaitu hutan pamah tropika, hutan pegunungan bawah, hutan pegunungan sampai hutan dengan komposisi jenis yang berbeda.
Hingga saat ini, diperkirakan sekitar 400 jenis burung yang tersebar di daratan Sulawesi, dan sebanyak 265 jenis burung hidup dan berkembangbiak di dalam Kawasan TNLL. Demikian yang dikatakan oleh seorang peneliti di Sulawesi Tengah, Idris Tinulele.
“Kalau di Sulawesi ada sekitar 400 jenis burung,” katanya. Dikatakan bahwa setiap tahunnya ada spesies baru burung yang ditemukan dalam kawasan hutan lindung itu.
Berbagai jenis burung yang selama ini bisa dijumpai di TNLL antara lain elang, kakatua, nuri, maleo atau maleo senkawor (macrocephalon maleo), gagak (corvus unicolor), kakatua kecil jambul Kuning (cacatua sulphurea), kacamata (zosterops nehrkorni), madu (aethopyga duyvenbodei), burung elangg bondol, rangkong, alo, jalak tunggir merah (scissirostrum dubium ), dan burung kipasan Sulawesi (rhipidura teysmann).
Berdasarkan data statistik Kementerian Kehutanan, para pendatang biasanya paling ramai saat memasuki bulan Juli hingga September.
Sementara itu, menurut Idris, salah satu daya tarik para wisatawan mancanegara datang ke Sulteng karena ingin melihat burung yang ada di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu.
Idris yang juga seorang pemandu wisata itu menambahkan kebanyakan wisatawan yang datang dan berkunjung ke TNLL berasal dari Inggris dan Amerika.
Namun, kata Idris, banyak orang yang tidak bertangung jawab memburu beberapa jenis burung untuk diperdagangkan.
Dikhawatirkan, jika terus terjadi perburuan, maka populasi burung di Kawasan TNLL akan semakin berkurang. Padahal salah satu tujuan dari para wisatawan mancanegara berkunjung di kawasan itu hanya untuk melihat keindahan dan kicauan satwa ini.
Tiap saat ia senantiasa meminta pada masyarakat untuk tidak memburu satwa ini, melainkan membantu untuk melestarikan satwa dan ekosistem tempat mereka berkembangbiak.
Kepala Bidang Teknik Konservasi Balai Besar TNLL, Ahmad Yani membenarkan salah satu daya tarik wisatawan di Kawasan Taman Nasional adalah melihat keberadaan burung-burung yang ada di kawasan itu.
“Pokoknya paling banyak burung ada di dalam Kawasan TNLL,” katanya.
Ia mengaku jumlah burung yang hidup dan berkembangbiak selama ini di Kawasan TNLL mencapai ratusan jenis. Bahkan TNLL merupakan pusat habitat berbagai jenis burung. (MFA)