Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Di Kabinet Indonesia Hebat akan Ada Menko Lingkungan Hidup
Joko Widodo, Presiden terpilih periode 2014-2019 (Gambar: enewspaperofindia)
Medialingkungan.com – Jokowi, sapaan akrab Presiden terpilih, merubah susunan struktur kabinet yang akan mereka bentuk untuk menunjang kinerja pemerintahannya selama satu periode ini. Berdasarkan penjelasannya kepada wartawan akhir pekan lalu, Jokowi mengatakan bahwa jumlah kementerian yang akan dibentuknya mencapai 33 kementerian atau berkurang jika dibandingkan dengan jumlah sebelumnya yang mencapai 34 kementerian.
Presiden yang dikenal dengan sosok kesederhanaannya ini mengatakan bahwa dalam kabinet Indonesia Hebat, ia akan menambah satu posisi sebagai menteri koordinator. Sebelumnya, pilihan kementerian koordinator diprediksi hanya berjumlah tiga saja, namun rumor yang berkembang memungkinkan ditetapkannya penambahan menjadi empat “menko”.
Deputi Tim Transisi Jokowi-JK, Andi Widjajanto mengatakan, pokja yang dipimpinnya beberapa waktu lalu memang pernah mengusulkan struktur kabinet dengan formasi empat menteri koordinator. Salah satu kementerian koordinator yang diusulkan adalah Kementerian Koordinator Bidang Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.
“Itu untuk antisipasi usulan teman- teman lingkungan hidup, tapi apakah itu yang akan dibentuk atau apa saya tidak tahu, karena kami tidak dilibatkan lagi,” kata Andi di Rumah Transisi, pada Senin lalu (13/10).
Hasto Kristianto, yang juga merupakan Deputi Tim Transisi Jokowi- JK mengatakan bahwa ada kemungkinan dibentuk oleh Jokowi untuk mewujudkan skala prioritasnya. Pasalnya, pada saat kampanye dulu Jokowi memang mengusung beberapa program unggulan dan prioritas. Program tersebut antara lain, mengembalikan kedaulatan pangan, mewujudkan Indonesia sehat dan pintar.
Selain program tersebut, Jokowi juga punya program prioritas untuk mengembalikan kejayaan Indonesia di sektor maritim. “Nah apakah menteri koordinator baru itu nantinya akan membidangi salah satu bidang itu kami tidak tahu, intinya itu digunakan untuk mewujudkan kebijakan prioritas Jokowi,” ujar Hasto. (MFA)