Aksi Nyata EH Indonesia Perangi Sampah Kertas

 Aksi Nyata EH Indonesia Perangi Sampah Kertas

salah satu Volunteer sebagai “Ranger” pada aksi Bijak Kertas dengan cermat dan teliti kumpulkan sampah kertas


Medialingkungan.com – Earth-Hour Indonesia kembali membuat sebuah gebrakan dalam aksi yang dinamai BijakKertas. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 26 kota besar di seluruh Indonesia. aksi tersebut diselenggarakan dalam bentuk upcycle kertas bekas dalam rangka mewujudkan 3R (reduce -reuse -recycle)

26 kota besar ini merupakan chapter Earth-Hour yang tersebar seluruh Indonesia. Dengan support langsung oleh World Wide Fund Indonesia (WWF-ID), EH indonesia sukses mengkampanyekan aksi peduli lingkungan ini ke-26 kota tersebut antara lain, Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Palembang, Jakarta, Bogor, Tanggerang, Bandung, Cimahi, Yogyakarta, Solo, Semarang, Malang, Kota Batu, Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Mataram, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Palu, Sorowako, dan Makassar.

Memanfaatkan momen car free day pada hari ini sentak merebut perhatian masyarakat, Ditambah dengan penempatan dropbox CFD sebagai tempat pengumpulan kertas bekas dari masyarakat dan para volunteer. Salah satunya dilakukan di depan menara BCA Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Pusat mulai pukul 06.00-10.00 WIB.  Aksi ini juga diwarnai dengan riset sampah di area Thamrin.

“aksi ini merupakan aksi nyata dalam memerangi produksi sampah yang kian melonjak tiap harinya dan menurut saya ini sangat bermanfaat karena kita bisa berkontribusi langsung dalam mensosialisasikan pemanfaatan kertas bekas sekaligus berperan dalam menyetarakan pendidikan untuk saudara kita yang menyandang disabilitas penglihatan,” kata salah satu volunteer yang tergabung dalam aksi tersebut.

Salah satu aktivis EH Indonesia Verena Puspawardani dalam postingan resminya menjelaskan,“ Kertas yang baru kepake satu sisi dibuat notes kecil untuk teman-teman di taman bacaan, Kertas yang kepake dua sisi disumbangkan untuk komunitas tuna netra supaya jadi buku dengan cetakan huruf Braille”. (MFA)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *