APP Dinilai Masih Gagal Lindungi Hutan

 APP Dinilai Masih Gagal Lindungi Hutan

Perusahaan Pulp dan Kertas Dunia yang Belum Dapat Lindungi Hutan (Gambar: eia)


Medialingkungan.com – Rainforest Alliance merilis laporan hasil evaluasinya terhadap salah satu Perusahaan pulp dan kertas dunia, Asia Pulp and Papers (APP) mengenai kemajuan APP dalam pelaksanaan komitmen nol deforestasi yang dua tahun lalu mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan penebangan hutan alam.

Menanggapi hal tersebut, Aditya Bayunanda, Leader Komoditas Hutan World Wide Fund (WWF) Indonesia mengungkapkan laporan tersebut juga sesuai dengan temuan WWF Indonesia yang membuktikan perusahaan yang berdiri sejak tahun 1972 ini sudah menghentikan penebangan terhadap hutan alam. Namun, Aditya beranggapan bahwa APP masih gagal menghentikan deforestasi oleh pihak lain di dalam kawasan konsesinya. 

“Hutan masih hilang, gambut masih dikeringkan dan konflik sosial belum terselesaikan. Bahkan APP gagal melindungi hutan yang diwajibkan pemerintah untuk dikonservasi,” ucapnya, dikutip dalam wwf.or.id.

WWF juga menyayangkan proses penyelesaian ratusan konflik social yang saat ini belum mengalami kemajuan sama sekali. Harapannya, Perusahaan yang memproduksi pulp dan kertas sebanyak 18 juta ton pertahun, agar menindaklanjuti temuan-temuan yang disampaikan di dalam laporan tersebut. 

Hal senada juga disampaikan oleh Zulfahmi, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara. Menurutnya, APP memang masih berada pada jalur yang benar, akan tetapi Perusahaan tersebut harus lebih serius dengan membuat kemajuan tambahan dalam melaksanakan komitmen Kebijakan Konservasi Hutan Alam. 

“Kami ingin melihat APP untuk segera mengambil tindakan konkret untuk mengatasi konversi hutan dan degradasi oleh pihak lain di dalam konsesi pemasok. Ini berarti akan ada perubahan mendasar dalam hubungan dengan masyarakat adat dan lokal sebagai mitra dalam pelestarian hutan,” tegasnya.

Greenpeace menyarankan agar penyelesaian masalah yang lebih besar untuk mencapai nol deforestasi di Indonesia mengharuskan pemerintah dan perusahaan untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah seperti tumpang tindih, izin, konflik lahan dengan masyarakat, perambahan liar dan isu-isu lain yang melemahkan perlindungan hutan.

Baik WWF maupun Greenpeace akan tetap mengawasi APP dan mengabarkan kepada pembeli jika ada perusahaan yang tidak punya keberpihakan terhadap konservasi hutan alam. (Ir)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *