Berani Berbenah

 Berani Berbenah

Ilustrasi (Gambar: istimewa)


Oleh : Andi Nur Mufidah Nayif – SMK Sandy Putra 2 Makassar

Kota dalam benak sebagian besar masyarakat sipil ialah “Daerah padat penduduk yang penuh pengap dan polusi udara”. Semerbak rerumputan dan senduhnya gemericik air menjadi hal dambaan penghuni metropolitan.

Maklum saja, kiri-kanan bahu jalan telah dihiasi oleh beton-beton yang menjulang, tak lupa batang jalan pun memaksa kita untuk bersahabat dengan asap kendaraan dan debu.

Ya, telah kita ketahui bersama penyebab polusi udara,di antaranya gas buang kendaraan bermotor yang menghasilkan partikulat yang mengandung partikel (asap dan jelaga), hidrokarbon, sulfur dioksida, dan nitrogen oksida.

World Health Organization (WHO) menetapkan zat-zat di atas sebagai polutan udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia, hewan, serta merusak lingkungan.

Penyebab lainnya adalah gas buang dari asap industri berkisar 10 – 15 persen, serta dari sumber pembakaran lain, seperti dari asap rumah tangga, pembakaran sampah, kebakaran hutan, dan lain-lain.

Pernahkah kita terdiam sejenak dan berpikir bagaimana cara untuk hidup harmonis dengan suasana perkotaan tanpa memaksakan diri untuk pasrah akan setiap debu dan asap yang kita hirup?

Atau kita hanya sebagai pemimpi yang tak pernah mencoba untuk terbangun dari mimpi buruk?

Polusi udara telah banyak menghidangkan berbagai macam penyakit, baik bagi manusia maupun lingkungan. Terkhusus untuk penyakit pernapasan yang sangat mengancam yaitu ISPA(Infeksi Saluran Pernapasan Akut) di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Bukan hanya gangguan pernapasan, anemia pun bisa diakibatkan oleh polusi udara. Timbalakan masuk ke dalam tubuh dan merusak sel darah merah, maka jumlahnya makin lama makin berkurang dan akhirnya anak menderita anemia.

Hal yang sangat penting untuk kita ketahui, pada orang dewasa timbal dapat mempengaruhi kesuburan atau reproduksi yang berujung kemandulan. Timbal juga mengganggu fungsi jantung, ginjal, dan menyebabkan penyakit stroke serta kanker.

Dari semua penjelasan di atas, sudah munculkah gambaran di benak kita untuk membenahi lingkungan hidup, dalam hal ini yang bermukim di perkotaan? Nah, maka dari itu saya akan menyajikan cara menanggulanginya.

Berikut cara mengatasi polusi udara di perkotaan:

  1. Penambahan taman kota dan ruang terbuka hijau, serta penanaman pohon di pinggir jalan. Jika kita menanam berarti kita pun harus merawatnya. Kalau hanya sekedar menanam itu sia-sia saja.
  2. Untuk daerah yang sangat kekurangan lahan untuk menanam, jangan khawatir! Media pot dapat digunakan dalam hal ini. Lihat saja Negara termaju Asia Tenggara (Singapore), mereka memanfaatkan media pot untuk menangani masalah ruang terbuka hijau dan itu terbilang berhasil.
  3. Pelarangan penggunaan kendaraan pribadi pada pelajar SMP, karena salah satu penyebab polusi udara adalah banyaknya penggunaan kendaraan.
  4. Pelarangan penggunaan mobil pribadi untuk pelajar, karena menyebabkan kemacetan dan menggunakan banyak bahan bakar yang membuat polusi udara semakin bertambah.
  5. Pemasangan paving block (bata beton) yang telah disemprot lapisan titanium oksida dalam materinya untuk jalan dan trotoar (dikembangkan oleh ilmuwan dari Eindhoven University of Technology, Belanda) . Ini mampu menyerap polusi udara. Paving ini diklaim mampu mengurangi polusi udara hingga 45 persen.

Jika ingin hasil yang maksimal, maka kita pun perlu berusaha secara optimal. Kesadaran Anda adalah awal dari perubahan, maka dari itu benahilah lingkungan sekitar anda untuk masa depan yang lebih baik.

 


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *