Komitmen Terhadap Lingkungan, Balikpapan jadi Kota Terbersih Se-Asean

 Komitmen Terhadap Lingkungan, Balikpapan jadi Kota Terbersih Se-Asean

Ilustrasi (Gambar: Istimewa)


Medialingkungan.com – Permasalahan lingkungan seperti banjir, polusi udara serta pencemaran air merupakan fenomena yang sering kita jumpai di kota-kota besar di khususnya Indonesia. Perkembangan kota yang pesat cenderung mengabaikan dampak negatif yang akan dihasilkan bagi lingkungan.

Namun hal ini berbeda dengan yang terjadi di Kota Balikpapan. Balikpapan kini dikenal sebagai kota terbersih se-ASEAN. Kota yang juga dikenal sebagai penghasil minyak itu pada Oktober lalu, mampu meraih penghargaan di ajang ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award 2014, yang berlangsung di Loa Plaza Hotel, Laos.

Balikpapan mampu meraih tiga kategori sekaligus dalam ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award 2014 yakni, clean land, clean water dan clean air. Keikutsertaan Kota Balikpapan diajang bertaraf ASEAN ini ditunjuk langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Kota Tangerang.

Komitmen kuat yang dipegang oleh masyarakat dan Pemerintah Kota terkait dengan perilaku bersih menjadi pendorong tercapainya hal tersebut.

Bahkan Walikota Balikpapan, Rizal Effendi sebagaimana yang dilansir jawa pos beberapa waktu lalu mengungkapkan konsep lingkungan hidup bersih ini sudah tertanam sejak periode Syarifuddin Yoes menjadi Walikota Balikpapan. “lantas dilanjutkan oleh Pak Tjutjup Suparna yang concern menata taman kota,” ucapnya.

Program bernuansa lingkungan bersih itu terus dilanjutkan oleh pemerintah generasi selanjutnya, yakni Imdaad Hamid yang fokus terhadap penghijauan berkonsep Ruang Terbuka Hijau (RTH) bagi perkantoran dan perumahan hingga Rizal Effendi yang konsen dengan program clean, green, and healthy (CGH)-nya.

Budaya kebersihan kian gencar ditanamakan oleh Rizal dalam benak masyarakat Balikpapan. Salah satu caranya dengan penerapan kurikulum lingkungan mulai SD hingga SMA.

“Penanaman cinta lingkungan bersih itu harus dilakukan mulai anak-anak. Agar bisa menjadi kebiasaan yang selalu dilakukan secara terus-menerus,” ungkap pria kelahiran Balikpapan, 27 Agustus 1958 tersebut.

Dalam kurikulum sekolah tersebut, siswa diajarkan cara menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan. Program kurikulum tersebut sudah berlangsung sejak lima tahun silam.

Selain itu, Pemerintah Balikpapan kini menguatkan program kebersihan melalui Bank Sampah. Sebuah tempat di mana sampah dapat diolah dan diubah menjadi energi yang mampu membawa manfaat bagi masyarakat Balikpapan. Sampai saat ini sudah terdapat sekitar 60 bank sampah yang menyebar di seluruh wilayah Balikpapan.

Jumlah tersebut semakin tahun semakin meningkat seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat Balikpapan.Kedepannya, Kota Balikpapan menargetkan setia Rumah Tangga (RT) kelak mampu memiliki masing-masing bank sampah.

Penghargaan sebagai clean air (udara terbersih se-ASEAN) bukan hal mudah. Penghargaan kategori tersebut diperoleh atas apresiasi terhadap komitmen pemerintah terhadap peraturan terkait tata ruang di Balikpapan, terutama penyediaan lahan hutan lindung.

Rizal menetapkan proporsi lahan hutan lindung dalam peraturan daerahnya yakni 52 persen wilayah Balikpapan harus disediakan untuk hutan lindung. Sedangkan 48 persen sisanya digunakan untuk bangunan masyarakat.

Kini Balikpapan juga memiliki kebun raya terbesar di Indonesia dengan luas 300 hektare. (AH)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *