Makassar Gelar “Sustainable Seafood Festival”

 Makassar Gelar “Sustainable Seafood Festival”

Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal melihat seafood yang dijual dalam Sustainable Seafood Festival (Gambar : M.Yusuf/WWF)


Medialingkungan.com – Kota Makassar sangat dikenal dengan kuliner hidangan laut (seafood) yang mempunyai cita rasa yang khas. Mulai dari ikan bakar hingga beragam menu produk laut lainnya yang dapat dijumpai dengan harga terjangkau di setiap warung kecil sampai besar, restoran, kafe, dan hotel. Selain berasal dari Makassar dan sekitarnya, sumber bahan baku ikan segar juga didapat dari wilayah lain di Indonesia, khususnya bagian timur.

Permintaan pasar akan produk perikanan di kota ini cukup tinggi sehingga secara dinamis banyak dijadikan lahan bisnis dan menjadi salah satu roda penggerak perekonomian di Provinsi Sulawesi Selatan. Untuk memastikan keberlanjutan usaha dan  sumber daya laut, Yayasan Mattirotasi, salah satu anggota JARING-Nusantara, bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menyelenggarakan Sustainable Seafood Festival 2015 bertajuk “Bukan Pasar Ikan Biasa” di Anjungan Pantai Losari, 7 Juni lalu. Semua produk perikanan yang dijual di Sustainable Seafood Festival 2015 di Makassar ini berasal sekitar wilayah Sulawesi Selatan: ikan karang tangkapan nelayan dampingan JARING-Nusantara di Takalar dan udang windu hasil budi daya kelompok dampingan WWF-Indonesia di Pinrang.

Dalam memenuhi permintaan pasar lokal baik domestik maupun internasional, nelayan sering menangkap ikan atau produk perikanan lainnya dengan cara yang merusak (destructive fishing), yaitu menggunakan bom, racun dan alat tangkap yang tidak selektif seperti pukat, cantrang, purse seine.  Kasus seperti ini terjadi hampir di semua wilayah penangkapan ikan di Indonesia. Jika kondisi ini terus dibiarkan, ketahanan pangan Indonesia dari sektor perikanan untuk keberlanjutan generasi yang akan datang akan terancam.

Selain merupakan ajang untuk mengkampanyekan produk perikanan yang ramah lingkungan, Sustainable Seafood Festival juga dijadikan salah satu upaya membangun kesadartahuan produsen dan konsumen hidangan laut. Mereka diharapkan lebih bijak memilih jenis-jenis hidangan laut yang layak dan aman untuk ditangkap, dijual dan dikonsumsi. Hal ini dapat mendorong perbaikan praktik perikanan berkelanjutan yang kemudian mendukung kestabilan ketahanan pangan Indonesia dari sektor perikanan demi generasi yang akan datang.

Mewakili Pemkot Makassar, Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal, menyampaikan, “Pemkot Makassar menyambut baik adanya Sustainable Seafood Festival. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat diadakan tiap tahun bersama dengan para aktivis lingkungan, sehingga kejayaan Makassar sebagai ‘Kota Maritim’ dapat diangkat dan dikembalikan.”

Kegiatan yang diadakan pertama kali di Makassar ini  didukung  juga oleh WWF-Indonesia, Fish’N Blues, serta komunitas seperti Earth Hour Makassar, Marine Buddies Makassar, Lembaga Kemahasiswaan Perikanan Universitas Hasanuddin, Ikatan Alumni Perikanan Universitas Hasanuddin, KNPI, Learning Centre of Ecosystem Approach to  Fisheries Management (EAFM) Universitas Hasanuddin, Yayasan Lanra Link Makassar, dan Yayasan Lsiel Kie Raha Ternate.

Masyarakat Makassar yang datang untuk membeli hidangan laut dapat berinteraksi dengan kelompok nelayan binaan JARING-Nusantara selaku produsen. Pengunjung juga dapat menikmati langsung hidangan laut yang telah dimasak oleh para juru masak dari Hotel Max dan Wisma Kalla Makassar.  Tidak hanya itu, kegiatan ini juga disemarakkan oleh aksi pembersihan pantai dan acara bincang-bincang bertema perikanan berkelanjutan dengan pembicara Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Akademisi Learning Center EAFM Universitas Hasanuddin dan WWF-Indonesia. (M.Yusuf/Siaran Pers)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *