Malang Segera Miliki Pembangkit Listrik Berbahan Sampah

 Malang Segera Miliki Pembangkit Listrik Berbahan Sampah

Mesin pembangkit listrik sampah Bantar Gebang,Bekasi, Jawa Barat. (Gambar: Hamluddin/TEMPO)


Medialingkungan.com – Perusahaan asal Jerman menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Malang untuk mengelolah sampah menjadi listrik, yang disalurkan ke jaringan PT PLN (persero). Sejauh ini, belum ada aktivitas dalam konversi sampah menjadi listrik. “Masih tahap perjanjian kerja, setelah lebaran dibangun instalasinya,” kata Wali Kota Malang, Mochamad Anton, Jumat (19/06).

Untuk menutupi kebutuhan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang sebagai pembangkit listrik, diperlukan sekitar 500 ton sampah per hari, sedangkan produksi sampah hanya mencapai 400 ton. “Kita bisa menerima sampah dari luar Kota Malang,” ujar Anton

Menurut Anton, gas metana yang berasal dari timbunan sampah tersebut, jika dilepas ke udara akan memberikan dampak negative pada lapisan ozon. “Ozon bisa bocor,” kata Anton.

Saat ini Pemerintah Kota Malang tengah melakukan studi kelayakan untuk memperoleh gambaran potensi gas metana yang dihasilkan. Rata-rata setiap hari jumlah sampah yang dihasilkan warga Malang mencapai 420 ton. Sampah tersebut menumpuk di TPA dengan luas lahan 32 hektare.

Sampah-sampah ini kemudian diolah menggunakan sistem sanitary landfill, yakni mengurai gas metana yang dihasilkan sampah menjadi energi listrik. Gas metana TPA Supit Urang akan disalurkan kepada 420 keluarga sekitar TPA Supit Urang sebagai pengganti gas elpiji.

Pemerintah Kota Malang berencana untuk menyiapkan kampung mandiri energi. Sehingga diharapkan agar masyarakat yang berada di sekitar TPA, tidak lagi menerima aroma yang tidak sedap, namun juga menerima manfaat. (Fahrum Ahmad)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *