Pengungsi Sinabung ke Hutan Lindung Mengundang Tanya

 Pengungsi Sinabung ke Hutan Lindung Mengundang Tanya

Lokasi yang akan ditempati oleh pengungsi sinabung (Gambar: dephut.go.id)


Medialingkungan.com – Pengungsi Gunung Sinabung akan di alokasikan ke hutan lindung mengundang respon Sekretaris Jenderal Komunitas Peduli Hutan Sumatera Utara (KPHSU) Jimmy Panjaitan. Ia mengungkapkan, semestinya pemerintah membeli lahan yang lain, bukannya memakai kawasan hutan lindung.

“Informasi yang diterima, hak masyarakat pengungsi Sinabung hanya pinjam pakai untuk jangka waktu tertentu. Paska jangka waktu habis, nasib pengungsi nantinya bagaimana? Terus mereka akan diapakan? Inilah yang mampu memicu konflik tanah ke depannya,” ucapnya, seperti yang dikabarkan kompas, Rabu (24/06).

Dari situs Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), KPHSU tidak menemui informasi yang menyatakan kawasan pinjam pakai untuk relokasi bencana tertera di peta izin wilayah Sumatera Utara 2015. “Kami khawatir dampak dari izin pinjam pakai tersebut menyebabkan terjadinya alih fungsi kawasan hutan secara massif,” ujarnya.

“Pemohon bisa Gubernur, Bupati, BNPB atau BNPD, atau masyarakat. Ini yang tidak dipublikasikan, padahal banyak kewajiban yang dibebankan. Bayangkan saja, 300 KK lebih yang akan tinggal di sana, mungkinkah tidak akan mengganggu kawasan hutan di sekitarnya?” tambahnya.

Dilain hal, Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho mengatakan, pihaknya sudah melakukan perbincangan terkait izin penggunaan kawasan hutan menjadi lahan pertanian. “Di hari Minggu orang dari kehutanan sudah menebang beberapa pohon. Semoga saudara-saudara kita segera menempati rumah relokasi dengan nyaman,” ucap dia.

Menurut dia, masing-masing rumah sederhana dibangun di lahan seluas 100 meter persegi dengan fasilitas satu ruang tidur, satu ruang utama, dan kamar mandi. “Akses listrik, air, dan jalan pun sudah kami siapkan,” tuturnya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh Medialingkungan.com, areal relokasi Siosar berada 17 kilometer dari Kota Kabanjahe. Untuk tahun pertama, ditargetkan 370 Kepala Keluarga (KK) akan menempati wilayah itu. Dari jumlah tersebut, baru 112 KK yang menerima. 

Kompleks relokasi menempati lahan seluas 458 hektar. Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan membuat 2.053 rumah untuk pengungsi. Pemerintah menganggarkan dana  pembangunan tiap rumah sebesar Rp 59,4 juta. Total biaya pembangunan jalan dan rumah tersebut sebesar Rp 44,98 miliar, belum termasuk pembangunan fasilitas umum dan lahan pertanian.

Rumah relokasi tipe 36 tersebut diperuntukkan kepada 1.700 KK terdiri dari masyarakat yang berada di radius tiga kilometer, yaitu yang bermukim di Desa Sukameriah dan Desa Gurukinayan, Kecamatan Payung, lalu di Kecamatan Naman Teran (Desa Bekerah, Desa Simacem dan Desa Kutatonggal). (Angga Pratama)


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *