Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Survei Seismik, Warga Berharap Tidak Merusak Lingkungan
Petugas yang sedang menggunakan instrument smt-300 (Gambar: bp)
Medialingkungan.com – Pertamina EP berencana melakukan survei seismik 3D di 208 Desa di Kabupaten Indramayu, survei yang dilakukan disambut baik oleh pemerintah daerah Kabupaten Indramayu. Namun, kegiatan untuk mencari sumber minyak dan gas tersebut diharapkan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan dan sosial dilokasi tersebut.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indramayu, Aep Surahman mengungkapkan, pihaknya mewanti-wanti agar operator yang melakukan kegiatan survei seismik harus memperhatikan radius aman dari pemukiman warga. Sehingga, hal itu tidak sampai mengganggu lingkungan sekitar.
“Bunyi ledakan dan getaran yang dihasilkan saat proses survei seismik di lapangan harus memperhatikan radius jarak aman dari pemukiman warga. Menjaga lingkungan tetap kondusif agar jangan sampai mengganggu dan merusak lahan milik warga serta fasilitas umum,” kata Aep, seperti yang dilansir dari republika.co.id, Jumat (10/04).
Menanggapi hal tersebut, field supervisor Pertamina EP, M Zaki mengatakan, pihaknya sedang mencari teknologi peredam agar getaran yang dihasilkan tidak sampai mengganggu dan merusak pemukiman warga. Selain itu, pihaknya hanya akan menurunkan tenaga ahli dengan mini bus dan mobil truk yang berisi kabel-kabel yang beratnya tidak lebih dari dua ton, ungkapnya.
Dia mengatakan, pihaknya pun akan melakukan ganti rugi apabila terjadi kerusakan pada bangunan atau lahan milik masyarakat pasca-survei seismik 3D Pertamina EP sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Klaim kompensasi tersebut nantinya akan dilakukan per-desa dan pihaknya akan menerima complain jika dilakukan 1 minggu setelah kegiatan berakhir, katanya.
“Kami hanya menerima komplain dalam satu minggu setelah pekerjaan selesai. Namun selama ini komplain masyarakat dilakukan antara 3 sampai 4 bulan dan ini yang menjadi permasalahan,” ujarnya. (Angga Pratama)