Udara Bersih dan Segar Mahal untuk Anak Cucu Bangsa

 Udara Bersih dan Segar Mahal untuk Anak Cucu Bangsa

Ilustrasi (Gambar: istimewa)


Oleh : Sri Ayu Rahayu Ningsih – SMK Kehutanan Widya Nusantara

Saat ini polusi udara diperkotaan semakin parah akibat dari ulah manusia dan aktivitas manusia yang menyebabkan terjadinya dampak yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Polusi udara merupakan proses masuknya unsur-unsur atau zat berbahaya yang masuk ke dalam atmosfer. Unsur atau zat tersebut dapat  menurunkan kualitas  udara sehingga menjadi rusak. Beberapa bahan yang dapat mencemari udara diantaranya adalah Nitrogen dioksida (NO2),Karbon Dioksida (CO2),CFC,Timah,Hydro Carbon,Sulfur Dioksida,Karbon Monoksida,dan benda partikulat.

Tanpa disadari aktivitas yang dilakukan manusia dapat meningkatkan fungsi udara khususnya di daerah perkotaan, seperti aktifitas pabrik yang mengeluarkan asap pabrik yang tidak ramah dengan lingkungan, penggunaan kendaraan bermotor yang mengeluarkan zat emisi gas karbon yang berbahaya bagi pernapasan. Hal tersebut dapat mengurangi tingkat kualitas hidup sehingga berpengaruh pula pada tingkat produktivitas manusia.

Untuk itu, perlu semua pihak yang ada didalam perkotaan senantiasa akan menjaga udara yang ada di tempat tersebut tetap sehat,bersih dan berkualitas agar manusia dapat hidup lebih baik dan kedepannya anak cucu kita dapat menghirup udara yang sehat tanpa biaya mahal.

Maka, udara yang sehat dari sekarang kita harus menjaganya agar kedepannya anak cucu kita dapat hidup dengan baik dan dapat menghirup udara yang berkualitas dan jauh dari gejala penyakit. Sehingga, udara yang bersih dan segar menjadi hal yang mahal dan berharga guna menunjang kehidupan khususnya di wilayah perkotaan.

Inflamasi adalah salah satu gejala penyakit yang disebabkan karena polusi udara, penyakit ini dapat menurunkan fungsi paru-paru pada tubuh manusia sehingga menimbulkan masalah kesehatan. Gangguan Sistem Imun Tubuh adalah akibat dari  pencemaran udara yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh manusia menjadi berkurang.

Radikal Bebas adalah pencemaran udara akibat asap bermotor maupun aktivitas manusia dapat menyebabkan stress. Radikal bebas menyebabkan tubuh menjadi keriput dan penuaan dini. Gejala penyakit yang sering muncul akibat menghirup udara yang tercemar adalah batuk yang terus menerus, serta infeksi pada saluran pernapasan.

Maka saran saya, Cara mengatasi dampak dari polusi udara adalah menyediakan cerobong asap agar udara yang di cemari tidak di hirup oleh warga di sekitar pabrik tentunya dengan memakai bahan bakar ramah lingkungan, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar fosil yang menghasilkan gas buang yang dapat mengakibatkan sesak napas jika dihirup, sehingga lingkungan akan lebih bersih dari polusi udara.

Kita sebagai anak yang akan meneruskan bangsa harus dari sekarang mulai memelihara dan menjaga lingkungan kita agar masyarakat perkotaan sadar akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar  sehingga kota yang dulunya tercemar akibat ulah manusia bisa kembali menjadi kota yang bersih,sejuk dan sehat. Ayo,generasi muda “basmi” kota yang tercemar menjadi kota yang bersih.


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *