2016 Indonesia Punya Peta Kawasan Konservasi Gambut

 2016 Indonesia Punya Peta Kawasan Konservasi Gambut

Lahan gambut (Gambar: Mongabay)


Medialingkungan.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan Indonesia segera miliki peta kawasan konservasi gambut terpadu pada 2016.

Menurut KLHK, peta ini merupakan bentuk pengawasan dan perlindungan gambut sekaligus pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

“Hanya akan dibuat satu peta dan menjadi acuan kebijakan atau one map policy. Program ini berada di bawah koordinasi Badan Informasi Geospasial,” ujar Kepala Biro KLHK Eka Widodo Soegiri selepas acara diskusi di Jakarta, Rabu (21/10).

Meskipun saat ini peta kawasan konsevarasi gambut telah tersedia, namun masih terpisah di tiap kementerian. Program kebijakan satu peta itu, kata Eka, harus didorong agar perencanaan pembangunan mengikuti acuan yang sama.

Eka menjelaskan, peta kawasan konservasi gambut ini dapat digunakan pemerintah daerah untuk melakukan perlindungan lahan gambut dari kebakaran, dengan memantau aliran air blok-blok kanal.

Sesuai arahan presiden Jokowi bahwa melalui blok kanal itu, pengaturan aliran air dapat menghindarkan lahan gambut dari kekeringan yang dapat memicu kebakaran.

Oleh sebab itu, KLHK mendorong agar terus melakukan pembuatan sekat (blok) untuk membasahi lahan gambut. “Intinya adalah bagaimana menjaga kebasahan lahan tersebut. Pembangunan kanal akan dilakukan dengan pertimbangan, jangan sampai malah mengeringkan air,” tutur Eka.

Kendati demikian, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Nasional (WALHI), Abetnego Tarigan memiliki pertimbangan yang berbeda dengan KLHK. Menurut Walhi, kanal hanya akan mengalirkan air keluar dari gambut.

“Seharusnya sebelum diterapkan, ada pengujian secara teknis dan ilmiah tentang kanal. Jangan sampai niatnya mau menarik air sungai, tetapi kenyataannya air dari gambut yang mengalir ke kanal,” jelasnya. {Fahrum Ahmad}


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *