Kemiri Sunan, win-win solution Perubahan Iklim

 Kemiri Sunan, win-win solution Perubahan Iklim

Buah kemiri sunan cocok untuk konservasi lahan bekas tambang


Medialingkungan.com- Kemiri Sunan sebagai penghasil minyak nabati merupakan tanaman konservasi dengan daun lebat, perakaran dalam dan kuat (menahan erosi) dan daya adaptasi luas (100-800 m dpl,  curah hujan 1000 – 2500 mm/th). Tanaman ini sangat tepat untuk konservasi (termasuk konservasi lahan bekas tambang), lahan kritis, dan reforesting.

Terkait perubahan iklim jenis ini memiliki daun yang lebat dan akan mampu mengikat karbondioksida serta menghasilkan oksigen dalam jumlah banyak sehingga memberi solusi positif pada peningkatan suhu global.

Tanaman penghasil biodiesel ini jauh lebih unggul dibandingkan dengan jarak pagar. Riset yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa, rendemen jarak sangat kecil,dan kualitas biodieselnya juga kecil dibandingkan dengan Kemiri sunan. Rendemen jarak hanya 8 persen, beda dengan kemiri sunan yang 48-50 persen. Dalam kondisi normal, 1 pohon bisa hasilkan 250 kg per tahun.

Selain rendeman, produktivitas kemiri sunan lebih baik dari tanaman penghasil minyak nabati lainnya seperti sawit, jarak pagar atau nyamplung. Produktivitas biji: 50 – 300 kg/pohon/thn (sesuai umur), dan akan menghasilkan rendeman minyak kasar: 52 % dari kernel. Rendemen biodiesel yang dihasilkan adalah 88 % dari minyak kasar, dan sisanya berupa gliserol. (BUL)

 


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *