Pelayanan Sanitasi Belum Tersalurkan Secara Keseluruhan di Kota Semarang

 Pelayanan Sanitasi Belum Tersalurkan Secara Keseluruhan di Kota Semarang

Kota Semarang (gambar:istimewa)


Medialingkungan.com – Persoalan layanan sanitasi yang kurang baik di Kota Semarang mendapat kerap dikeluhkan oleh warganya. Sebanyak 36 persen penduduknya mengeluhkan masalah tersebut.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang Bambang Haryono, mereka saat ini baru melayani 64 persen, sisanya 36 persen belum terlayani.

“Targetan untuk pelayanan sanitasi saat ini 76, 7 persen, namun baru terealisasi 64 persen,“ katanya.

Pemerintah setempat saat ini sedang berusaha memberikan layanan program pembangunan unit sanitasi yang dilakukan secara bertahap. Pihaknya terus tingkatkan pembangunan setiap tahun untuk mengurangi dampak penyakit akibat buruknya sistem sanitasi.

Dari data yang ada sejak 2012, Pemerintah Kota Semarang membangun 21 titik saluran sanitasi. Jumlah tersebut terus ditingkatkan hingga 2013 ditambah lagi pembangunan 36 unit serta lebih banyak lagi tahun 2014.

Keberadaan sanitasi itu dinilai penting karena catatan pemerintah pusat menunjukan efek minimnya fasilitas sanitasi di perkotaan sebagai salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi yang mencapai 100 ribu per tahun.

Minimnya sanitasi itu menimbulkan kawasan semakin kumuh, serta terjadi polusi bakteri e.coli terhadap air dalam tanah. Dampaknya mudah menimbulkan diare bagi bayi dan balita. (DN)

 


Redaksi Medialingkungan.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *