Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Investasi Energi Terbarukan Australia Turun Hingga 70 Persen
Energi Terbarukan Negara Australia (Gambar: moneter)
Medialingkungan. com – Negeri Kanguru, sapaan Australia, berada di belakang Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) dalam hal penanggulangan perubahan iklim. Pasalnya, pada penanaman modal untuk proyek-proyek energi terbarukan, di Negeri Kangguru ini turun 70 persen pada tahun 2013 lalu. Demikian berdasarkan sebuah laporan baru Badan Perubahan Iklim.
Laporan Dewan Iklim Independen menemukan bahwa Australia saat ini memiliki emisi karbon per kapita yang sangat tinggi, negara ini telah tertinggal dalam hal cara yang paling umum untuk memerangi perubahan iklim.
“Masa depan industri energi terbarukan Australia masih sangat tidak pasti karena kurangnya kebijakan energi terbarukan pemerintah federal yang jelas,” kata Dewan Iklim Independen. Dewan Iklim itu menambahkan, akibatnya, investasi dalam energi terbarukan pada tahun 2014 telah menurun sebesar 70 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya.
Dewan Iklim menyatakan, investor asing lebih memilih untuk menanamkan modalnya ke negara-negara lain karena pemerintah Australia tidak memiliki kebijakan energi terbarukan yang jelas. Australia telah kini terklaim sebagai dari level “pemimpin menjadi ketinggalan” dalam proyek energi.
Sementara itu, Perdana Menteri Australia, Tony Abbott mengatakan, telah membatalkan pajak atas emisi karbon dan membela penggunaan batubara sebagai bagian penting untuk kemakmuran Australia.
Dia menambahkan, penghasil emisi gas rumah kaca terbesar seperti Tiongkok dan Amerika Serikat memimpin jalan dalam hal pengembangan dan investasi dalam energi terbarukan – semakin merangkul skema harga karbon.
Salah satu penulis laporan, Tim Flannely menegaskan, sebagian besar negara di dunia sudah mempercepat tindakan mereka untuk mengatasi perubahan iklim dalam lima tahun terakhir ini karena efek dari pengaruhnya semakin terasa.
Selain itu, menurutnya, bahkan Cina sendiri telah pensiunkan pembangkit listrik tenaga batubara sebesar 77 Gigawatt antara tahun 2006 dan 2010 serta berencana memberhentikan 20 gigawatt lagi pada tahun mendatang. (PK)