Edukasi Tempat Sampah Terpilah Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini di SD 3 Bila Lagading
Cegah Longsor, BLH Klaten Tanam Pohon Buah di Lereng Merapi
Salah satu gunung merapi yang berada di Klaten Antisipasi Longsor, Ribuan Pohon Buah Ditanam di Lereng Merapi (Gambar: dok)
Medialingkungan.com — Pemerintah Kabupaten Klaten melakukan penanaman ribuan pohon buah yang dipersiapkan untuk mengantisipasi longsor akibat limpasan air hujan yang mengintai wilayah lereng Gunung Merapi dalam menghadapi musim penghujan yang makin dekat.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Badan Lingkungan Hidup (BLH) Klaten, Bambang Subyantoro, mengatakan, penanaman pohon penting untuk mengantisipasi potensi bencana longsor jelang musim penghujan.
“Penghijauan difokuskan di kawasan lereng Merapi karena daerah tersebut kerap terjadi longsor,” katanya Minggu (21/09).
“Penanaman pohon kami titikberatkan di lahan-lahan bekas lokasi galian C. Wilayah itu rata-rata tanahnya gersang dan labil, sehingga berbahaya jika terkena limpasan air,” tambahnya.
Alasan pihaknya memilih menanam pohon buah karena selain akarnya tidak merusak struktur tanah, pohon-pohon tersebut juga menjaga stabisitas air dalam tanah dan utamanya sanggup menjaga tanah agar tidak tergerus.
Menurutnya, yang terpenting adalah pohon-pohon tersebut aman dari penebangan pihak tak bertanggungjawab.
“Sebenarnya di kawasan kurang subur seperti lereng Merapi lebih cocok ditanami sengon. Pohonnya kuat meski minim pengairan. Namun kami khawatir pohon akan ditebangi untuk kepentingan ekonomis,” ujarnya.
Bambang mengatakan, pihaknya akan memulai penghijauan pada awal musim penghujan agar pohon dapat tumbuh maksimal.
BLH senidiri siap menyediakan dana sebersar Rp50 juta untuk mengeksekusi penanaman pohon di desa lereng Merapi seperti Kendalsari, Balerante dan Sidorejo.
“Pohon yang ditanam berukuran 80 sentimeter sampai 1,5 meter agar mudah hidup. Rencananya Oktober mulai penghijauan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Amdal dan Pengembangan Lingkungan BLH Klaten, Anwar Shodiq mengatakan, telah meminta pihak desa untuk mendata lahan yang perlu penghijauan. Anwar mengatakan lokasi tersebut tak harus berstatus tanah kas desa.
“Pokoknya wilayah yang dirasa rawan longsor tolong diinfokan. Kami siap mengupayakan penghijauan,” katanya.
Ia juga mengimabu agar warga ikut merawat dan menjaga pohon hingga tumbuh dengan baik. Menurutnya, bencana akan terus terjadi jika warga masih berpandangan hanya pemerintah yang wajib menjaga lingkungan. (MFA)